Prabowo Subianto Puncaki Survei Elektabilitas Capres 2029 Versi IPO

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto memuncaki survei elektabilitas calon presiden rilis Indonesia Political Opinion periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 di Jakarta. Dalam simulasi terbuka, elektabilitas Prabowo mencapai 23,4 persen, unggul tipis dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Berdasarkan survei IPO, Dedi Mulyadi membayangi di posisi kedua dengan 21,7 persen, disusul Anies Baswedan 11,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen.

Sejumlah tokoh lain meraih dukungan di bawah tiga persen, seperti Sherly Tjoanda 2,1 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen, serta Zulkifli Hasan 1,0 persen. Sebanyak 17 persen responden belum menentukan pilihan.

Sementara pada simulasi sepuluh nama, Dedi Mulyadi memimpin dengan 29,5 persen, sedangkan Prabowo memperoleh 19,0 persen. Riset melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, margin of error ±2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah menjelaskan bahwa posisi Prabowo di puncak survei simulasi terbuka belum sepenuhnya aman dari kejaran figur lain.

"Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion.

Dedi menambahkan selisih angka keterpilihan antara petahana dan kandidat pesaing tergolong sangat tipis.

"Ya, memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain," kata Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion.

Menurut Dedi, keberlanjutan dukungan publik sangat bergantung pada dampak nyata dari kebijakan pemerintah bagi masyarakat.

"Ingatan publik semacam ini perlu dijaga, tentu dengan kebijakan yang dekat dengan kebutuhan publik, jika semua program Presiden diterima dan mendapat penilaian baik, akan menjadi lebih bagi Presiden Prabowo untuk kembali memenangi kontestasi di periode keduanya," ujar Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion.

Menanggapi temuan tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengimbau agar hasil riset tidak dibaca secara terburu-buru mengingat pelaksanaan pemilu masih relatif lama.

"Survei kan potret hari ini, pilpres masih tiga tahun lagi," kata Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDI Perjuangan.

Andreas menegaskan bahwa keputusan mengenai pencalonan kembali merupakan kewenangan pribadi Presiden Prabowo.

"Soal lanjut atau tidak, Pak Prabowo yang paling tahu. Saya tidak mampu meramal. Soal ramal meramal politik wilayahnya pengamat," ujar Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDI Perjuangan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim menilai wajar jika Prabowo menempati posisi teratas karena posisinya sebagai presiden petahana.

"Survei itu kan potret sesaat. Dan adalah sangat wajar kalau Prabowo masih yang tertinggi, karena sekarang beliau masih menjadi petahana yang sedang berkuasa," kata Hermawi Taslim, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem.

Hermawi menyebut publik perlu menunggu hingga akhir masa jabatan periode pertama untuk melihat kepastian langkah politik Prabowo.

"Jadi kita tunggu saja sampai akhir jilid 1, dan kita lihat apakah Prabowo akan maju lagi atau tidak," ujar Hermawi Taslim, Sekretaris Jenderal Partai Nasdem.

Dari sudut pandang Partai Kebangkitan Bangsa, Ketua DPP PKB Daniel Johan mengapresiasi temuan survei sebagai bahan masukan untuk peningkatkan kinerja kabinet.

"Hasil survei bisa menjadi salah satu masukan yang berharga untuk semakin memperkuat kinerja," kata Daniel Johan, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa.

Daniel meminta pemerintah fokus pada program penyerapan tenaga kerja, penguatan sektor pangan, dan peningkatan pendapatan warga.

"Dan berdampak signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang ada khususnya dalam peningkatan pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja, bergeraknya sektor riil ekonomi, semakin kuatnya petani dan sektor pangan," ujar Daniel Johan, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa.

Dukungan agar Prabowo melanjutkan kepemimpinan disampaikan Wakil Ketua Umum PAN Saleh Daulay Partaonan.

"PAN sangat setuju jika Prabowo melanjutkan 2 periode. Pekerjaan yang sedang direncanakan dan dikerjakan lumayan banyak. Tentu tidak bisa serta merta diwujudkan secara bersamaan. Dibutuhkan waktu untuk merealisasikannya," kata Saleh Daulay Partaonan, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional.

Saleh menilai elektabilitas presiden masih berpotensi melonjak seiring berjalannya program pemerintah.

"Soal hasil survei, saya kira masih belum final. Masih dinamis. Masih cukup waktu untuk menaikkan sehingga posisinya signifikan melampaui yang lain," ujar Saleh Daulay Partaonan, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional.

Mengenai pencalonan kembali, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya pernah menegaskan syarat keberlanjutan kepemimpinannya saat menghadiri Kongres VI Partai Demokrat tahun 2025.

"Saya kemarin dicalonkan oleh partai saya untuk maju lagi 2029, nakal-nakal itu kader saya. Baru 100 hari kerja udah disuruh maju lagi. Tapi saya katakan, saya katakan, kalau tahun keempat saya mengabdi dan saya kecewa dengan prestasi saya, sata tidak akan maju tahun 2029," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed