Polda Sumut Selidiki Kebocoran Pipa Gas Ledakan Grand Polonia Medan

Smallest Font
Largest Font

Tim Laboratorium Forensik Polda Sumatra Utara bersama penyidik terus menginvestigasi titik kebocoran jaringan pipa gas bawah tanah guna mengungkap penyebab pasti ledakan di Perumahan Grand Polonia, Kota Medan pada Sabtu (25/7/2026).

Insiden ledakan yang meluluhlantakkan sebuah rumah tersebut berawal pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa diduga akibat akumulasi gas metana dari pipa yang tertanam di bawah kawasan perumahan.

Ledakan tersebut berdampak pada tujuh orang penghuni dan warga di sekitar lokasi kejadian. Petugas mendata tiga orang meninggal dunia, sementara empat korban selamat yakni balita bernama Jeavelin (2 tahun), seorang sopir bernama Hasan, seorang kurir, serta satu warga lainnya.

Proses investigasi di lapangan terus difokuskan pada pengujian kebocoran jaringan pipa bawah tanah. Petugas menggunakan peralatan khusus secara bertahap meski terkendala oleh tumpukan puing bangunan dan panjangnya jalur pipa gas.

"Kebocoran ini kan harus kita jawab di mana. Pipa yang ada di sana sangat panjang dan semua ini tertanam di dalam tanah. Jadi kalau dikatakan apa kendalanya, ya kendalanya di sana," ujar Kasubbid Fiskom Bid. Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian.

Sebelumnya, tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan telah menerjunkan personel sejak menerima laporan dari Brimob Polda Sumut pada Senin (20/7/2026) pukul 18.40 WIB untuk mengevakuasi para korban.

"Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan pada pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Basarnas Medan segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi," sebut Kepala Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika.

Dalam upaya evakuasi korban yang tertimbun reruntuhan bangunan, Basarnas membagi personel menjadi tiga tim Search and Rescue Unit (SRU).

"Kami mengoptimalkan pencarian dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU)," ujar Hery.

Setiap tim dibekali dengan tugas khusus serta dukungan peralatan canggih seperti drone thermal, crane, hingga alat ekstrikasi untuk menembus material bangunan.

"Dalam operasi ini tim didukung berbagai peralatan, antara lain rescue truck, rescue car double cabin, drone thermal, crane, peralatan mountaineering, peralatan ekstrikasi, alat penerangan, peralatan medis, dan perlengkapan komunikasi," kata Hery.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) kembali dilanjutkan oleh pihak kepolisian pada Kamis (23/7/2026) dengan menerjunkan alat berat ekskavator untuk membersihkan puing-puing material bangunan di sekitar area ledakan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed