Pol Espargaro Prediksi Regulasi MotoGP 2027 Untungkan Pembalap Moto2
Peta persaingan balap kelas utama berpotensi mengalami pergeseran besar pada musim 2027. Perubahan regulasi secara menyeluruh diperkirakan bakal menyulitkan para pembalap veteran dalam mengadaptasikan gaya berkendara mereka.
Pandangan tersebut diungkapkan oleh pembalap penguji KTM, Pol Espargaro, dilansir dari Detik Sport. Ia menilai performa apik pembalap saat ini tidak menjamin keberhasilan saat era baru dimulai.
Sebaliknya, jagoan muda yang baru naik kelas dari Moto2 justru berpeluang mencatatkan hasil positif pada awal musim. Espargaro telah menguji coba motor bermesin 850 cc dan ban Pirelli yang disiapkan untuk musim 2027.
Pengalaman memacu motor anyar tersebut memberikan gambaran jelas mengenai perbedaan karakter yang signifikan dibanding armada 1.000 cc saat ini. Ia sempat merasakan kembali performa motor 1.000 cc kala menggantikan Maverick Vinales di Silverstone.
"Ini dunia yang berbeda. Tahun depan bisa saja terjadi bahwa pembalap yang tidak tampil bagus tahun ini justru akan sangat cepat tahun depan," kata Pol seperti diprediksi Crash.net.
Perubahan teknis mulai 2027 mencakup penurunan kapasitas mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc. Pemasok ban resmi juga berganti dari Michelin ke Pirelli, disertai pengetatan aturan aerodinamika serta larangan perangkat ride-height.
"Dan sebaliknya. Pembalap yang sangat cepat tahun ini, belum tentu akan tampil bagus tahun depan. Motornya berubah sangat besar, tenaganya jauh berkurang, ban memaksa Anda berkendara dengan cara yang sangat berbeda," ujarnya.
Transisi penggunaan komponen ban baru menjadi tantangan tersendiri. Pembalap yang terbiasa dengan karakter ban lama memerlukan waktu penyesuaian yang tidak singkat.
"Akan sulit bagi para pembalap yang saat ini berada di kategori MotoGP untuk beradaptasi setelah bertahun-tahun menggunakan Michelin," ucap Espargaro.
Di sisi lain, Pirelli sudah menjadi pemasok ban resmi untuk kategori Moto2 dan Moto3. Hal tersebut memberikan modal pemahaman karakter ban yang lebih baik bagi para lulusan dari kelas menengah.
"Pembalap yang akan naik dari Moto2 akan memiliki keuntungan besar pada awalnya, karena cara berkenderanya. Saya merasa motor ini lebih mendekati Moto2 dibandingkan MotoGP saat ini," ujarnya.
Keunggulan awal tersebut diprediksi akan menyusut seiring berjalannya waktu. Ketika seluruh tim dan pembalap mulai menemukan setelan terbaik, tingkat persaingan di lintasan bakal kembali memanas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow