Pertamina Hulu Rokan Catat Produksi Minyak 178 Ribu Barel per Hari
PT Pertamina Hulu Rokan membukukan produksi minyak bumi mencapai 178,03 ribu barel minyak per hari pada semester pertama 2026. Capaian tersebut terealisasi di tengah penurunan alami produksi lapangan tua di Blok Rokan yang mencapai rata-rata 30 persen setiap tahunnya, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.
Realisasi produksi minyak tersebut memenuhi 87 persen dari target yang ditetapkan perusahaan. Sementara itu, produksi gas bumi pada periode yang sama mencapai 746,80 juta standar kaki kubik per hari atau 98 persen dari target.
Untuk sektor pencapaian salur imbang, lifting minyak Regional 1 tercatat sebesar 177,47 MBOPD atau 86 persen dari target. Di sisi lain, lifting gas menyentuh angka 545,25 MMSCFD yang setara dengan 98 persen dari target operasional.
"Menjaga produksi dari lapangan mature membutuhkan upaya yang semakin kompleks. Karena itu kami menjalankan strategi yang tidak hanya mempertahankan baseline produksi, tetapi juga menciptakan sumber pertumbuhan baru agar ketahanan energi nasional tetap terjaga," kata Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Muhamad Arifin.
Upaya menahan laju penurunan produksi dilakukan melalui penerapan teknologi pemulihan minyak tingkat lanjut. Perusahaan mengimplementasikan Chemical Enhanced Oil Recovery secara komersial di Minas Area A untuk meningkatkan ekstraksi sumur tua. Tambahan produksi sekitar 1.000 hingga 2.000 barel per hari juga didapatkan dari pengembangan struktur baru di area Astrea, Pinang East, dan Mustang Hitam.
Hingga pertengahan tahun ini, perusahaan menyelesaikan tiga sumur eksplorasi serta 163 sumur eksploitasi. Kegiatan operasional tersebut menambah cadangan terbukti P1 sebesar 6,26 MMBOE dan temuan sumber daya 2C sebanyak 16,49 MMBOE. Kontribusi Regional 1 mencapai sekitar 31 persen terhadap total lifting minyak nasional.
Di bidang keselamatan kerja, operasional perusahaan membukukan 74,97 juta jam kerja aman tanpa kasus kematian. Indikator kinerja proyek mencatatkan Schedule Performance Index 0,960 dan Cost Performance Index 1,133, didukung perolehan survei seismik 3D seluas 140 kilometer persegi.
"Kami meyakini kombinasi inovasi teknologi, investasi yang berkelanjutan, serta eksplorasi agresif akan menjadi kunci menjaga produksi migas nasional di tengah tantangan lapangan mature sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia," ujar Arifin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow