Guru Punya Peran Penting Bangun Literasi Keuangan Siswa

Smallest Font
Largest Font

Penulis : Imam Suhartadi 22 Jul 2026 | 21:12 WIB

JAKARTA, investor.id - Guru memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan hidup generasi muda, termasuk dalam membangun pemahaman literasi keuangan sejak dini.

Melalui pembelajaran di sekolah, guru tidak hanya membantu siswa memahami konsep ekonomi, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sebagai bekal menghadapi masa depan.

Sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, literasi keuangan juga menjadi salah satu pembelajaran ekonomi di tingkat SMA yang tidak hanya untuk dipahami secara konsep, namun juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, peran guru dalam menyampaikan materi tersebut menjadi semakin semakin penting.

Terlebih, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Kuangan (SNLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan kelompok usia 15-17 tahun baru mencapai 51,68%. Indeks tersebut masih berada di bawah indeks literasi keuangan nasional sebesar 66,46%[1].

Guna mendukung peran guru dalam membangun literasi keuangan generasi muda, PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance), perusahaan asuransi jiwa yang berfokus pada nasabah menghadirkan program FWD Financial Literacy for Educators.

Melalui program ini, para guru dibekali materi pendukung agar dapat menjadi agen perubahan dalam menanamkan literasi keuangan dan kebiasaan finansial yang sehat kepada generasi muda.

Dr. Joko Arwanto, M.Pd selaku Ketua Subkelompok Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menjelaskan, pihaknyai sangat mengapresiasi kontribusi yang telah dilakukan dalam program ini.

Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta, khususnya untuk memperkuat literasi keuangan di lingkungan sekolah.

“Kehadiran program seperti ini menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dapat saling melengkapi dalam memperkuat kapasitas guru, sehingga literasi keuangan dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada para siswa," kata Joko dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, program FWD Financial Literacy for Educators melibatkan 30 guru ekonomi SMA dari berbagai sekolah di Jakarta, dari bulan Februari hingga Juni 2026. Melalui para guru tersebut, program ini diharapkan dapat menjangkau sekitar 2.700 siswa melalui penyampaian materi literasi keuangan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan generasi muda.

Selain itu, program ini juga dikembangkan bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) dalam penyusunan modul pembelajaran, pelaksanaan pelatihan, hingga pengembangan materi asesmen sebagai bagian dari proses sertifikasi guru.

Seluruh rangkaian program turut didukung oleh relawan FWD Insurance yang berkontribusi dalam penyusunan materi pembelajaran maupun evaluasi guna memastikan materi yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan di ruang kelas.

Sebagai puncak rangkaian program tersebut, FWD Insurance menggelar FWD Financial Literacy for Educators Appreciation Day untuk mengapresiasi komitmen para guru yang telah berhasil menyelesaikan berbagai pelatihan dan sertifikasi.

Rudy F. Manik, Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance mengatakan, pihaknya percaya bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan.

“Melalui FWD Financial Literacy for Educators, kami ingin memperkuat kapasitas guru dengan memberikan pembekalan dengan pembelajaran keuangan yang relevan agar dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat pada siswa, sekaligus menjadi wujud komitmen FWD Insurance dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," ujarnya.

Halimatus Sa’diyah, Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan sejak dini dan berkelanjutan.

Salah satu yang bermain peran penting dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada generasi muda adalah guru. Ia berharap, inisiatif seperti ini dapat mendorong semakin banyak generasi muda yang memiliki pemahaman keuangan yang baik sehingga mampu mengambil keputusan finansial yang lebih bijak di masa depan.

Sebagai bagian dari FWD Group Community Grants, program FWD Financial Literacy for Educators merupakan wujud upaya tanggung jawab perusahaan terhadap komunitas dalam menghadirkan program-program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, FWD Insurance berharap dapat memperluas akses terhadap edukasi keuangan sekaligus mempersiapkan generasi muda agar lebih cakap secara finansial, agar mereka dapat merayakan kehidupannya tanpa perlu khawatir terhadap risiko finansial yang tidak terencana di masa depan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan pihak sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, OJK, PJI, serta seluruh volunteers yang telah mendukung terlaksananya program ini. Kami berharap para guru dapat semakin percaya diri dalam menyampaikan materi literasi keuangan di kelas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa. Ke depan, FWD Insurance akan terus menghadirkan berbagai inisiatif yang mendukung peningkatan literasi keuangan dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat," tutup Rudy.

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed