BB TNBTS Tutup Total Wisata Gunung Bromo Akibat Karhutla Meluas

Smallest Font
Largest Font

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru meresmikan penutupan total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB akibat kebakaran hutan dan lahan yang kian meluas.

Keputusan tersebut diambil akibat kobaran api yang terdeteksi sejak Senin (3/8/2026) terus menjalar akibat tiupan angin kencang. Kebakaran tercatat melonjak drastis dari area awal seluas 7,9 hektare, meningkat ke 44 hektare, lalu 51 hektare, hingga menembus sekitar 176,20 hektare.

Langkah penutupan berlaku di seluruh pintu masuk, yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Penutupan akses juga dilakukan untuk memprioritaskan keamanan pengunjung dan efektivitas pemadaman.

"Kebijakan ini kami ambil dalam rangka efektivitas upaya pemadaman kebakaran, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan para pengunjung," ujar Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar TNBTS.

Penutupan kawasan wisata ini ditetapkan berlangsung sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pengelola memberikan fasilitas penjadwalan ulang atau pengembalian dana bagi wisatawan yang telah memesan tiket secara daring.

"Bagi pengunjung yang sudah melakukan pembelian tiket masuk melalui aplikasi booking online untuk kunjungan selama masa penutupan, akan diberi kesempatan untuk penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian uang (refund), dengan melengkapi formulir yang disampaikan melalui admin aplikasi," ucap Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar TNBTS.

Masyarakat dan pelaku jasa wisata diimbau untuk menghentikan aktivitas di area konservasi guna menghindari risiko kecelakaan serta mendukung proses pemadaman.

"Mengimbau kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata, agar tidak melakukan aktivitas wisata di kawasan TNBTS dan tetap menjaga kawasan TNBTS dari kebakaran hutan dengan memperhatikan penggunaan api demi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bersama," ujar Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar TNBTS.

Sementara itu, sebaran pergerakan api kini terdeteksi mulai merambat ke area tebing di wilayah utara Desa Sariwangi, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

"Berdasarkan hasil pemantauan, api mulai meluas ke sisi timur dan merambat menuruni tebing di kawasan Pusung Jantur, wilayah utara Desa Sariwangi, Kecamatan Sukapura. Luas area terbakar kurang lebih 176,20 hektare dan datanya masih terus berkembang," ujar Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur.

Angin kencang dilaporkan sempat mendorong pergerakan api menuju Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di blok Jantur, sehingga tim gabungan pemadam harus memprioritaskan keselamatan dan mundur ke titik aman.

"Kami mendapatkan informasi perkembangan kebakaran di TNBTS bahwa api menjalar di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah blok Jantur akibat kuatnya angin yang cukup kencang," kata Oemar Sjarief, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo.

Petugas kemudian bergerak maju menuju jalur lama begitu kondisi angin mereda guna menyekat kobaran api agar tidak melintasi batas kawasan.

"Tidak selang lama kemudian, kami mendapat informasi bahwa angin agak mereda dan tim bergerak maju ke arah Jemplang melalui jalur lama. Kami berhasil memutus api tidak menyeberangi jalur lama (jaring laba-laba), sehingga diharapkan sepanjang malam ini angin tidak membesar, dan api tidak menyeberang lagi ke arah utara Watangan," tutur Oemar Sjarief, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo.

Hingga saat ini seluruh petugas pemadam kebakaran dan tim gabungan masih bersiaga penuh di lokasi kejadian untuk mengantisipasi potensi timbulnya titik api baru.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed