Kebakaran Hutan Gunung Bromo Melonjak Hingga 176 Hektare

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Indonesia mengerahkan ratusan personel gabungan dan armada udara pada Minggu, 9 Agustus 2026, untuk memadamkan kebakaran hutan yang meluas di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur.

Api yang berkobar sejak Senin lalu tercatat telah membumihanguskan sekitar 176 hektare lahan di area Gunung Bromo. Angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan luas kebakaran pada Kamis yang sebelumnya mencakup 60 hektare.

Otoritas pengelola kawasan telah menghentikan seluruh akses kunjungan wisatawan sejak Sabtu. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Rudijanta Tjahja Nugraha mengonfirmasi bahwa penutupan operasional ini akan berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Penutupan ini merupakan langkah krusial untuk menjaga keselamatan pengunjung, petugas, dan masyarakat di wilayah sekitarnya," tegas pihak pengelola taman nasional melalui akun Instagram resminya.

Pihak pengelola juga mengimbau pengunjung yang telah membeli tiket masuk selama periode penutupan untuk mengajukan pengembalian dana. Upaya pemadaman darat dan udara terus dilakukan dengan mengoperasikan helikopter pembom air serta drone penyemprot air guna menjangkau titik api.

Juru Bicaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari memaparkan tantangan berat yang dihadapi tim gabungan di lapangan. Medan yang curam, tiupan angin kencang, serta lokasi vegetasi yang lebat menyulitkan personel menembus area kebakaran dari jalur darat.

"Kondisi ini membuat operasi udara sangat krusial untuk menjangkau area yang tidak dapat diakses secara optimal melalui darat," ujar Abdul Muhari, Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Rudijanta Tjahja Nugraha menimpali bahwa kondisi geografis gunung api yang terjal menjadi hambatan utama pemadaman. Beberapa titik panas berada tepat di lereng vulkanik yang sangat curam.

"Kondisi medan yang sulit memicu kompleksitas dalam upaya penanganan," kata Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Selain faktor topografi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan bahwa fenomena El Nino serta angin kering dari Australia semakin mempercepat penyebaran api di berbagai wilayah. Secara nasional, kebakaran hutan di Indonesia sepanjang tahun 2026 telah menghanguskan sekitar 1.070 kilometer persegi lahan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed