Penahanan WN Rusia oleh ICE Sorot Ketatnya Imigrasi AS
Pemerintah Amerika Serikat melalui Immigration and Customs Enforcement (ICE) menahan Galina Bobreneva, warga negara Rusia yang overstay visa, saat hendak terbang bersama suaminya di bandara pada Juli 2026. Penghentian dan pemisahan pasangan suami istri tersebut dilakukan agen federal di tengah percepatan operasi deportasi masal era pemerintahan Presiden Donald Trump. Bobreneva diketahui masuk AS secara legal menggunakan visa turis pada akhir 2021 sebelum mengajukan suaka dan menikah dengan warga AS akhir tahun lalu. Suami Bobreneva, Brent Jindra, yang merupakan pendukung Trump, menyatakan kaget atas penindakan yang menimpa istrinya di tengah upaya permohonan kartu hijau yang sedang diproses.
"Daya tarik kampanye MAGA adalah seputar masuknya penjahat secara ilegal," kata Brent Jindra, Pemilih Trump Tiga Kali.
Jindra menambahkan bahwa kebijakan penindakan imigrasi seharusnya tidak menyasar warga yang masuk ke wilayah AS secara sah. "Tidak pernah ada mandat bagi presiden ini untuk memutar laras senjata dan mulai mengejar orang-orang yang masuk secara legal," kata Brent Jindra, Pemilih Trump Tiga Kali.
Penahanan Bobreneva berlangsung selama 16 hari dalam fasilitas tahanan federal yang dinilainya sangat buruk dan tidak manusiawi. "Saya merasa seperti sepotong daging, bukan seperti manusia," kata Galina Bobreneva, Warga Negara Rusia Tahanan ICE.
Pihak pemerintah AS memberikan penjelasan resmi terkait status hukum para imigran yang memiliki permohonan izin yang sedang berjalan. "Untuk diperjelas, otorisasi kerja atau aplikasi yang sedang ditunda TIDAK memberikan status legal di Amerika Serikat," kata Pihak Pemerintah AS, Perwakilan Pemerintahan Trump. Bobreneva akhirnya dibebaskan dari tahanan setelah membayar jaminan sebesar 35.000 dolar AS dan kini diwajibkan memakai gelang pemantau elektronik serta melapor ke kantor ICE setiap bulan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow