Pemerintah dan Sinar Mas Agribusiness Tanggulangi Karhutla di Sarolangun

Smallest Font
Largest Font

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, melibatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, dan tim dari PT Bahana Karya Semesta bersama PT Primatama Kreasimas bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food.

Gubernur Jambi Al Haris bersama jajaran Forkopimda meninjau langsung lokasi kebakaran untuk memastikan dukungan dan percepatan pendinginan terutama di area gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan.

"Hari ini kami bersama Bupati Sarolangun, Pak Dandim, Kapolres, Kejari, Ketua DPRD, dan Kepala BPBD Provinsi Jambi langsung meninjau lokasi di Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun," ujar Al Haris.

Meski api telah dapat dikendalikan, ia menegaskan proses pendinginan harus tuntas agar tidak muncul titik api baru. Dukungan water bombing diperlukan untuk menjangkau area sulit dari darat.

"Api sudah dapat dikendalikan, tetapi masih membutuhkan water bombing untuk proses pendinginan," kata Al Haris.

Menurutnya, penanganan karhutla butuh sinergi antara pemerintah, Manggala Agni, TNI-Polri, masyarakat, dan perusahaan agar upaya pemadaman berjalan efektif.

"Kita berharap seluruh masyarakat juga ikut membantu. Ada Manggala Agni, juga Masyarakat Peduli Api, semuanya lengkap. Mudah-mudahan dengan tim yang solid ini, insyaallah secepat mungkin api bisa dipadamkan," tambahnya.

Dalam operasi tersebut, 60 personel dari PT Bahana Karya Semesta dan PT Primatama Kreasimas bergabung dengan tim gabungan melakukan pemadaman, pendinginan, serta pemantauan di lokasi terdampak.

Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah memimpin operasi bersama Bupati Sarolangun H. Hurmin dan Dandim 0420/Sarko Letkol Inf. Yahya Wisnu Arianto. Tim gabungan dibagi ke beberapa titik untuk mengatasi api dan bara yang masih ada.

PT Bahana Karya Semesta mengerahkan Tim Satgas Karhutla dan peralatan pemadam untuk mendukung operasi tersebut. Sekat kanal juga dibuat dengan ekskavator untuk mencegah penjalaran api melalui lapisan gambut.

Penanganan jalur udara dikoordinasikan guna membantu pembasahan dan pendinginan area yang sulit dijangkau dari darat. Setelah sekitar enam setengah jam, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan, dilanjutkan dengan proses pendinginan agar tidak muncul bara baru.

Fahrizal, Perwakilan Manajemen Regional Controller Jambi 2 dari perusahaan, menyatakan keterlibatan perusahaan merupakan bagian dari kesiapsiagaan yang dibangun menjelang musim rawan kebakaran.

"Penanganan karhutla membutuhkan respons yang cepat dan koordinasi yang kuat. Kami terus memperkuat kesiapan personel dan peralatan, sekaligus bersinergi dengan pemerintah, Manggala Agni, TNI-Polri, dan masyarakat untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla," ujar Fahrizal.

Kesiapsiagaan dilakukan melalui apel siaga, pemantauan titik panas, patroli, pengelolaan tata air dengan embung dan sekat kanal, serta pembinaan Masyarakat Peduli Api dan sosialisasi pembukaan lahan tanpa bakar.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap penanganan karhutla yang cepat dan terkoordinasi di wilayah operasional mereka.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed