Kebakaran Hutan Bromo Meluas, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, sejak Senin (3/8) pukul 17.00 WIB, dan hingga Jumat (7/8) meluas mencapai sekitar 170 hektare yang tersebar di Kabupaten Probolinggo, Malang, dan Lumajang, Jawa Timur, dilansir dari berbagai sumber.
Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan dari BPBD, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Polisi Kehutanan, TNI, Polri, dan relawan. BNPB juga mengerahkan helikopter water bombing dan drone untuk membantu proses pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah menginstruksikan pengiriman dua helikopter water bombing sejak Kamis (6/8) dan tambahan helikopter dari Banjarmasin tiba Jumat (7/8). Helikopter memiliki kapasitas angkut air 1.000 liter, dan beroperasi mengambil air dari Danau Ranupani untuk memadamkan api di lereng terjal Gunung Bromo.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, "Tadi pagi baru sampai satu unit dan telah melakukan penguatan pemadaman, rencana besok pagi ada tambahan helikopter perbantuan dari BNPB, sekarang masih ada di Banjarmasin dan besok menuju (Bandara) Abd (Abdulrachman) Saleh. Semoga dua armada ini bisa memaksimalkan water bombing."
Khofifah juga menyebut luas area terbakar yang awalnya 7,9 hektare kini berkembang menjadi sekitar 170 hektare. Ia optimistis dengan tambahan helikopter, pemadaman dapat tuntas Sabtu (7/8).
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menerangkan, "Helikopter water bombing beroperasi empat kali sorti, dengan estimasi waktu tempuh 15 menit dari titik pengambilan air di Ranu Pani menuju Gunung Bromo. Besok kalau mulai pagi dan tanpa halangan bisa lebih dari 50 sorti untuk dua heli." Ia menambahkan kelancaran operasi tergantung kondisi cuaca yang sering berubah.
Di lapangan, Kepala BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan petugas gabungan dari BPBD, Polres Lumajang, dan TNI melakukan penyekatan agar api tidak menjalar ke kawasan wisata Puncak B29 di Desa Argosari, Kecamatan Senduro.
"Petugas saat ini diterjunkan untuk membantu upaya pemadaman di kawasan TNBTS," kata Isnugroho. Penyekatan bertujuan mencegah api semakin mendekati kawasan wisata yang berjarak sekitar 2 kilometer dari titik api.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menduga kebakaran dipicu aktivitas manusia, seperti perapian yang dibuat pengunjung di jalur tradisional Blok Bantengan yang tidak dipadamkan sempurna.
"Kemungkinan faktor manusia, bukan alam. Karena di titik awal api itu di puncak Tebing Bantengan, di sana ada jalur tradisional (tembusan) yang menghubungkan Desa Arjosari dan Ranu Pani," ujar Rudijanta. Ia menyebut dugaan ini masih sementara karena petugas masih fokus pada pemadaman.
Balai Besar TNBTS juga menutup akses wisata Gunung Bromo dari pintu masuk Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro sejak Senin (3/8) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu belum ditentukan untuk keselamatan pengunjung dan kelancaran pemadaman.
Polres Probolinggo mengerahkan sekitar 150 personel gabungan untuk membantu pemadaman dan mengendalikan penyebaran api di wilayah Probolinggo, dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas di medan sulit dan angin kencang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow