Pemerintah Siapkan Insentif Pabrikan 1 Juta Motor Listrik
Pemerintah menyiapkan insentif besar bagi perusahaan lokal yang mampu memproduksi satu juta unit motor listrik di dalam negeri. Kebijakan strategis ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Langkah tersebut diambil guna menekan biaya transportasi masyarakat, mengikis ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM), serta memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional. Indonesia dinilai memiliki cadangan bahan baku yang memadai untuk mendukung manufaktur baterai secara mandiri.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian industri otomotif berbasis energi terbarukan.
"Kita umumkan, kita akan berikan insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," kata Presiden Prabowo Subianto.
Penggunaan motor listrik diklaim mampu memangkas pengeluaran transportasi masyarakat hingga 50 persen, bahkan berpotensi menyentuh angka 30 persen dari biaya operasional kendaraan konvensional saat ini. Selain penghematan anggaran keluarga dan efisiensi energi nasional, program ini diproyeksikan membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal.
"Bahkan bisa turun hanya 30% dari biaya yang mereka, keluarkan. (Ketiga) Pengurangan impor energi, dan (keempat) yang sangat penting,pekerjaan dan penghasilan bagi anak anak Indonesia," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa alokasi anggaran subsidi telah tersedia dan skema pemberian bantuan sedang dimatangkan. Insentif dialokasikan secara spesifik kepada produsen yang memiliki kesiapan komponen lokal, terutama infrastruktur baterai dan ekosistem pendukung.
"Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada. Nanti kita lihat, karena nanti jumlahnya kita sedang hitung," ujar Airlangga Hartarto.
Pemerintah terus memfinalisasi kalkulasi teknis agar penyaluran insentif tepat sasaran dan mampu mempercepat transformasi energi di sektor transportasi.
"Pertama tentu mesti ada baterainya, kedua ekosistemnya yang kemarin sudah disiapkan," terang Airlangga Hartarto.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow