Pemerintah Resmikan IBMA Kelola 177 Ton Emas Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Jakarta, pada Kamis (20/8/2026) guna menguatkan pengelolaan 177 ton emas nasional. Dilansir dari Detik Finance, pembentukan IBMA ini ditujukan untuk membangun ekosistem pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi serta standardisasi industri.
Total kelolaan emas nasional saat ini terbagi di PT Pegadaian sebanyak 153 ton dengan nilai sekitar US$ 20 miliar, serta di Bank Syariah Indonesia (BSI) sebanyak 24 ton. Capaian ini sebelumnya telah mendapatkan apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI tanggal 14 Agustus 2026 sebagai langkah strategis mengamankan aset negara.
Airlangga Hartarto menekankan pentingnya pengolahan emas di dalam negeri untuk mengoptimalkan potensi komoditas nasional tersebut.
"Di PT Pegadaian ada 153 ton emas ya, itu nilainya sekitar US$ 20 miliar. Sedangkan di BSI 24 ton," kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Penguatan ekosistem ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi sesuai visi Astacita demi mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029.
"Indonesia memiliki potensi emas yang besar. Tantangan kita bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi memastikan emas tersebut dikelola di dalam negeri sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. IBMA diharapkan menjadi katalis yang memperkuat kolaborasi industri sekaligus meningkatkan daya saing pasar bullion Indonesia," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Asosiasi ini menghimpun berbagai entitas dari sektor hulu hingga hilir, seperti perusahaan pertambangan, pengolahan, bullion dealer, lembaga keuangan, hingga bank bullion.
"IBMA terdiri atas lintas industri mulai dari hulu hingga hilir, di antaranya perusahaan dengan bidang usaha pertambangan emas dan manufaktur serta pengolahan bijih menjadi emas batangan dan perak, perusahaan yang memperdagangkan emas batangan (bullion dealer); perusahaan pembiayaan & lembaga keuangan non-Bank yang memiliki izin di bidang industri bulion dan bank bullion," tutur Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Kehadiran wadah ini diproyeksikan bakal memperdalam pasar keuangan domestik dan meningkatkan likuiditas industri berbasis emas.
"Bagi dunia usaha, penguatan ekosistem bullion tidak hanya membuka peluang pengembangan layanan keuangan berbasis emas seperti tabungan, pembiayaan, perdagangan, dan penitipan emas, tetapi juga menciptakan pasar yang lebih dalam (deeper market) dengan likuiditas yang semakin baik. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi industri, memperkuat pembiayaan sektor riil, dan menarik partisipasi investor domestik maupun internasional," jelas Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Anggota yang bergabung dalam IBMA antara lain PT Pegadaian (Persero), BSI, PT Hartadinata Abadi Tbk, UBS Gold, PT Amman Mineral Internasional Tbk, Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, ICDX Group, PT Central Mega Kencana, PT Sentral Kreasi Kencana, dan PT Laku Emas Indonesia. Kepengurusan asosiasi dipimpin oleh Selfie Dewiyanti sebagai Ketua Umum dan Anton Sukarna sebagai Sekretaris Jenderal.
Berdasarkan data World Gold Council, produksi emas Indonesia pada tahun 2025 mencapai 104 ton yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-10 dunia. Peningkatan investasi global pada ETF Emas serta pembelian koin dan emas batangan turut mendongkrak permintaan komoditas ini ke tingkat tertinggi dalam 12 tahun terakhir.
Ketua Umum IBMA Selfie Dewiyanti memproyeksikan asosiasi ini dapat mentransformasi Indonesia dari sekadar produsen menjadi pusat perdagangan bullion regional.
"Kehadiran IBMA diharapkan menjadi platform utama bagi seluruh pelaku industri untuk membangun pasar bullion Indonesia yang kredibel, kompetitif, dan berstandar internasional. Dengan ekosistem yang semakin kuat, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa bullion di kawasan yang mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap investasi, pendalaman pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Selfie Dewiyanti, Ketua Umum IBMA.
Pembentukan rantai nilai terintegrasi dari hulu ke hilir ini diharapkan dapat mendorong inovasi produk keuangan syariah maupun konvensional secara berkelanjutan.
"Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan inovasi produk keuangan dan perdagangan berbasis emas yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan, sehingga potensi emas nasional tidak hanya menjadi aset komoditas, tetapi juga menjadi salah satu penggerak hilirisasi, penguatan sistem keuangan, dan pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Selfie Dewiyanti, Ketua Umum IBMA.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow