Pemerintah Berencana Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah berencana memangkas alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring dengan langkah pembenahan tata kelola dan efisiensi, sebagaimana dilansir dari Detik Finance, Selasa (21/7/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penyesuaian kebutuhan dana tersebut terjadi seiring dengan evaluasi manajemen di Badan Gizi Nasional (BGN) serta langkah validasi data penerima program.

"Jadi, begini kalau pertanyaannya berkenaan dengan anggaran MBG, Menteri Keuangan juga sudah menyampaikan bahwa ada kemungkinan setelah proses perbaikan di manajemen atau di pimpinan Badan Gizi Nasional dan setelah ada proses validasi data ada kemungkinan akan terjadi penurunan kebutuhan anggaran MBG," ungkap Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Langkah penghematan ini dikonfirmasi pula oleh pihak internal BGN yang memastikan bahwa nilai anggaran akan berkurang dari besaran awal senilai Rp 268 triliun. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari membeberkan bahwa perhitungan efisiensi anggaran saat ini masih terus berjalan.

"Kan otomatis, otomatis tuh nanti eh efisiensinya pasti akan otomatis mengikuti lah gitu ya. Jadi kalau angka sih sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi sudah yang jelas sudah tidak Rp 268 triliun deh, sudah jauh berkurang, tapi angkanya karena saya masih berjalan prosesnya, saya belum bisa sebutkan ya," beber Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026) kemarin.

BGN memperoleh instruksi langsung dari Presiden untuk menuntaskan evaluasi dan perbaikan program MBG dalam jangka waktu satu bulan.

"Nanti, nanti teman-teman nulisnya..... padahal kami masih berproses dan jangan lupa di Ratas kemarin yang khusus membahas MBG yang pangan itu tiga tuh pak presiden memberi waktu satu bulan. Jadi, itu yang kami kejar sekarang supaya nanti harapan kami seefisien mungkin," sebut Agustina.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan turut memantau perkembangan efisiensi anggaran tersebut. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kabar mengenai potensi penghematan dana yang diperkirakan mencapai Rp 40 triliun.

"Mungkin (sekitar Rp 40 triliun). Tanya dia saja (BGN), dia lebih ngerti daripada saya. Nanti akan signifikan lah pemotongannya, tetapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN sendiri," ucap Purbaya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026) yang lalu.

Kementerian Keuangan merencanakan agenda pertemuan khusus bersama jajaran pimpinan BGN, termasuk Kepala BGN Nanik S. Deyang, guna membahas rincian strategi efisiensi pelaksanaan program hingga akhir tahun.

"Saya mau ketemu Ketua MBG minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas kemungkinan ada penurunan," ujar Purbaya di Istana Kepresidenan kemarin.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed