Pemerintah Gunakan Data Desil Kemensos untuk Sasaran Bansos dan Subsidi BBM
Kementerian Sosial menyediakan layanan pengecekan kelompok kesejahteraan masyarakat atau desil berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional melalui laman resmi Cek Bansos untuk menentukan sasaran penerima bantuan sosial hingga penetapan pengendalian subsidi BBM pada Selasa (11/8/2026).
Data desil membagi tingkat kesejahteraan masyarakat menjadi 10 kelompok, dengan desil 1 mencakup 10 persen keluarga terbawah hingga desil 10 sebagai kelompok kesejahteraan tertinggi. Pengelompokan ini dihitung berdasarkan variabel pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, dan kepemilikan aset.
Masyarakat yang berada pada desil 1 sampai 4 dapat diusulkan menerima Program Keluarga Harapan dan bantuan Sembako. Sementara itu, kelompok desil 5 dialokasikan untuk kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa data desil juga menjadi acuan awal dalam pembahasan skema pengendalian subsidi bahan bakar minyak.
"Mungkin yang masuk desil 9-10. Supaya beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap. Sedang kita pelajari sistemnya," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Pelaksanaan pembatasan BBM tersebut masih dalam tahap studi sistem dan akan diterapkan secara bertahap setelah siap. Pemerintah belum menetapkan tanggal pasti pemberlakuan aturan pembatasan BBM bagi kelompok desil atas tersebut.
Pengecekan desil dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan memasukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan KTP pada situs cekbansos.kemensos.go.id. Jika terjadi ketidaksesuaian data ekonomi, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui pihak kelurahan, dinas sosial, atau aplikasi Cek Bansos untuk dihitung ulang secara berkala oleh Badan Pusat Statistik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow