Pemda di Bali dan DIY Akselerasi Pemutakhiran Data Perlinsos
Sejumlah pemerintah daerah di Wilayah Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan pemutakhiran data Sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) hingga akhir Juli 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan akurasi data penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran.
Pemerintah Kota Denpasar menargetkan verifikasi 38 ribu kepala keluarga (KK) kategori Desil 1 hingga Desil 5 rampung pada akhir Juli 2026. Pemkot Denpasar juga menargetkan pendaftaran mencapai 60 persen dari total 186.421 KK dalam kurun 20 hari kerja sejak 24 Juli hingga 12 Agustus 2026.
Guna mengejar target tersebut, Pemkot Denpasar menambah jumlah agen pendataan dari 935 orang menjadi 1.935 orang. Berdasarkan data per 23 Juli 2026, sebanyak 12.355 KK atau 6,63 persen dari total KK di Denpasar telah terdaftar, dengan 5.719 KK didaftarkan melalui pendampingan agen.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan peran vital kevalidan data warga dalam merumuskan kebijakan daerah.
"Penjadwalan lapangan juga mempertimbangkan kegiatan adat dan sosial di masing-masing wilayah agar proses pendataan berjalan optimal," ujar I Kadek Agus Arya Wibawa, Wakil Wali Kota Denpasar.
Dalam verifikasi lapangan di Denpasar, sebanyak 1.119 data dari 38.437 data awal kelompok Desil 1 hingga Desil 5 dieliminasi karena 483 warga meninggal dunia dan 636 warga berpindah domisili. Penyesuaian ini menyisakan 37.318 data yang perlu diverifikasi lebih lanjut.
Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati menyampaikan bahwa proses ini menguji kesesuaian informasi pemerintah dengan kondisi riil di lapangan.
"Selain menjadi sarana pemutakhiran data, aplikasi Perlinsos juga mengedukasi masyarakat agar mengisi data secara jujur sekaligus memahami kategori penerima bantuan sosial, yaitu layak, tidak layak, dan berpotensi layak. Dengan demikian, penyaluran bantuan ke depan dapat berlangsung lebih adil, akurat, dan tepat sasaran," ujar I Gusti Ayu Laxmy Saraswati, Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Buleleng mengerahkan sekitar 3.000 agen Perlinsos untuk menuntaskan pendataan hingga 30 Juli 2026. Hingga pertengahan Juli 2026, pendaftaran di Buleleng sudah mencapai 88.767 KK atau 32,96 persen dari total 269.300 KK.
Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa menginstruksikan jajarannya hingga tingkat desa untuk menerapkan strategi jemput bola.
"Yang perlu dipahami masyarakat, pendataan Perlinsos bukan untuk mengurangi penerima bantuan, tetapi memastikan bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang berhak. Kalau tidak terdata, tentu pemerintah tidak memiliki dasar untuk menetapkan seseorang sebagai penerima bantuan sosial," ujar Gede Suyasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng.
Ia menyoroti pentingnya keaktifan seluruh petugas pendataan di lapangan demi menyukseskan program ini.
"Kepada seluruh agen Perlinsos saya minta bekerja secara optimal. Jangan hanya menunggu warga datang, tetapi lakukan jemput bola dan berikan pemahaman bahwa pendataan ini merupakan bentuk perlindungan negara agar masyarakat yang berhak memperoleh bantuan dapat terlayani dengan baik," ujar Gede Suyasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng.
Dukungan pendataan juga disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Buleleng Dewa Made Sudiarta saat Apel Kesiapan Kerja pada Senin, 27 Juli 2026. Di tempat terpisah, Dinas Sosial Kabupaten Sleman telah meluncurkan sosialisasi pendaftaran mandiri Perlinsos pada Kamis, 23 Juli 2026.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinsos Sleman Feri Istanto menjamin keamanan sistem pendaftaran tersebut.
"Ini merupakan sistem terintegrasi yang memungkinkan masyarakat mendaftarkan diri untuk memperoleh bantuan sosial secara mandiri dan dijamin kerahasiaannya oleh pemerintah," ujar Feri Istanto, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinsos Sleman.
Pendaftaran di Kabupaten Sleman dapat diakses langsung melalui situs resmi pemerintah daerah atau dengan bantuan agen di tingkat kalurahan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow