Pembatalan Tendangan Bebas Prancis oleh Ivan Barton Memicu Kontroversi Besar

Smallest Font
Largest Font

Keputusan kontroversial wasit asal El Salvador, Ivan Barton, yang menganulir pemberian tendangan bebas untuk Tim Nasional Prancis memicu perdebatan sengit dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Insiden di tengah kemenangan 2-0 Spanyol tersebut menuai kebingungan mendalam serta memantik reaksi keras dari publik penonton.

Kejadian bermula pada paruh pertama pertandingan ketika armada Didier Deschamps awalnya dihadiahi tendangan bebas tepat di depan area terlarang Spanyol. Korps baju hitam meniup peluit menyusul dugaan pelanggaran yang dilakukan gelandang La Roja, Fabian Ruiz, terhadap pergerakan Ousmane Dembele.

Ruiz seketika mengajukan protes keras di hadapan Barton karena merasa tidak melakukan kontak fisik sama sekali dengan Dembele. Tidak lama setelah memantau keberatan tersebut, Barton mengubah putusannya secara drastis dengan membatalkan tendangan bebas bagi Les Bleus dan justru memberikan bola kepada kubu Spanyol untuk memulai kembali jalannya laga.

Langkah tidak biasa dari sang pengadil lapangan ini langsung memicu gelombang kritik dari netizen di media sosial X, sebagaimana dihimpun oleh media Give Me Sport.

"Aturannya dibuat sesuka hati. Tendangan bebas dibatalkan," tulis seorang pengguna X.

Komentar miring lainnya turut mempertanyakan keabsahan prosedur perubahan keputusan tersebut yang dinilai tidak memiliki landasan rasional.

"Saya masih mencoba memahami bagaimana tendangan bebas itu bisa dibatalkan. Sangat tidak masuk akal, terlepas dari apakah itu memang pelanggaran atau bukan," tulisnya.

Kekecewaan publik kian memuncak dengan munculnya tuduhan miring mengenai integritas turnamen akibat performa kepemimpinan wasit di lapangan.

"Sekarang mereka benar-benar membuat aturan sendiri. Turnamen ini korup," tulis pengguna lain.

Ketidakpahaman penonton atas regulasi yang diterapkan dalam situasi spesifik tersebut dinilai membuat jalannya kompetisi menjadi tidak kondusif.

"Saya benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi dengan para wasit sekarang. Tendangan bebas bisa dibatalkan? Tapi hanya dalam situasi tertentu? Turnamen ini menjadi konyol," tulisnya.

Guna meluruskan kesimpangsiuran informasi, pakar aturan pertandingan BBC, Dale Johnson, menegaskan bahwa peninjauan ulang tersebut sama sekali tidak melibatkan intervensi dari ruang Video Assistant Referee (VAR), melainkan murni dari komunikasi internal tim wasit.

"Saya mendapat informasi bahwa wasit membatalkan tendangan bebas berdasarkan saran dari asistennya. Meski begitu, keputusan itu memang terlihat aneh," ujar Johnson.

Melalui hasil akhir pertandingan ini, Spanyol berhak melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, New Jersey, untuk menghadapi pemenang laga antara Inggris dan Argentina.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed