FIFA Bela Wasit Ivan Barton Usai Dikritik Didier Deschamps
Tim nasional Prancis harus mengubur mimpi ke final Piala Dunia 2026 setelah ditundukkan Spanyol dengan skor 0-2 pada babak semifinal di Arlington, Texas, pada Selasa, 14 Juli 2026. Laga krusial ini diwarnai protes keras dari pihak Prancis terkait kinerja wasit asal El Salvador, Ivan Barton, yang berujung pada penolakan kritik oleh FIFA.
Kekalahan ini membuat taktik pelatih Didier Deschamps disorot tajam karena dinilai terlalu kaku dan lambat mengantisipasi perubahan permainan lawan. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, menilai jalannya pertandingan tersebut menunjukkan dominasi timnya atas skuad bertabur bintang milik Les Bleus.
Menurut laporan L'Equipe, De la Fuente menyatakan bahwa "tim terbaik" telah mendominasi jalannya pertandingan melawan "salah satu tim nasional terbaik" di dunia.
Di sisi lain, Deschamps menyoroti faktor mental anak asuhnya sebagai salah satu penyebab utama kegagalan membalikkan keadaan. Kekecewaan mendalam terlihat dari pernyataan sang pelatih yang akan segera mengakhiri masa jabatannya tersebut.
"Ini adalah semifinal Piala Dunia, yang pertama bagi banyak pemain" kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.
Kemarahan kubu Prancis tidak hanya berhenti di lapangan, melainkan menjalar hingga ke kalangan pendukung yang meluncurkan petisi daring untuk mendesak pertandingan ulang. Dilansir dari RMC Sport, hingga Kamis sore, lebih dari 45.000 orang telah menandatangani petisi tersebut karena mengklaim adanya pelanggaran sebelum gol penalti Spanyol terjadi.
"Saat penalti diberikan kepada Spanyol, Lamine Yamal menyentuh bola dengan tangan" tulis pendukung Prancis dalam petisi tersebut.
Para pendukung menilai keputusan wasit yang mengabaikan insiden tersebut telah merusak integritas jalannya pertandingan penting ini.
"Olahraga harus dimainkan sesuai aturan, dan malam ini (Selasa) aturan tersebut tidak dihormati." tulis mereka dalam kelanjutan petisi.
Deschamps sendiri meluapkan kekesalannya terhadap kepemimpinan Barton dalam konferensi pers pascapertandingan. Ia mempertanyakan kelayakan sang pengadil lapangan untuk memimpin laga krusial sekelas semifinal Piala Dunia.
"Jika saya mengatakan apa pun, saya akan dianggap sebagai pecundang yang buruk, karena kami kalah" ujar Didier Deschamps, Pelatih Prancis.
Ia juga menyoroti akumulasi keputusan Barton yang dianggap merugikan timnya, termasuk keputusan membatalkan tendangan bebas Prancis di dekat kotak penalti Spanyol.
"Namun saya bertanya kepada Anda: apakah wasit layak memimpin di semifinal? Ada penalti, tentu saja, tetapi itu bukan segalanya; itu menambah semua hal lainnya. Saya tidak menyentang wasit malam ini, tetapi tanyakan pada diri Anda sendiri." kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.
Kritik terbuka dari pihak Prancis langsung mendapat respons keras dari Kepala Departemen Wasit FIFA, Pierluigi Collina. Mantan wasit legendaris tersebut menegaskan posisi FIFA yang mendukung penuh keputusan Barton dan seluruh perangkat pertandingan.
"Ya, tentu saja" tegas Pierluigi Collina, Kepala Perwasitan FIFA.
Collina juga menekankan bahwa proses pemilihan wasit untuk pertandingan krusial di Piala Dunia dilakukan dengan standar penilaian yang sangat ketat.
"Wasit kami berkelas dunia." ujar Pierluigi Collina, Kepala Perwasitan FIFA.
Prancis kini harus bersiap menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga di Miami pada Sabtu mendatang, sementara Spanyol melaju ke babak final untuk menantang Argentina pada hari Minggu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow