Oscar Gloukh Panen Kritik Suporter dan Pelatih Usai Tampil Buruk
Gelandang Ajax Oscar Gloukh menjadi sasaran kritik tajam dari para pendukung klub dan pelatih Míchel akibat penampilan buruk serta tingginya intensitas kehilangan bola pada babak pertama pertandingan melawan FK Vojvodina.
Gelombang kekecewaan mendalam bermunculan dari para suporter di platform Ajax Showtime sepanjang paruh pertama laga. Penampilan pemain asal Israel tersebut dinilai merugikan tim akibat buruknya operan, kontrol bola, serta pengambilan keputusan di lapangan.
"Gloukh benar-benar tidak akan berhasil di Ajax. Ini sama sekali tidak cocok," tulis salah satu suporter di Ajax Showtime.
Sebagian pendukung menyoroti aspek inteligensi serta visi bermain sang gelandang yang dianggap sangat minim.
"Kecepatan berpikir dan inteligensi sepak bola: 0," kata pendukung lainnya.
Buruknya akurasi umpan yang dilepaskan oleh sang pemain juga tidak luput dari kecaman keras.
"Umpan Gloukh terkadang sungguh mengejutkan," ujar seorang reaksi suporter.
Kritik lain tertuju pada gaya bermainnya yang dinilai kerap menahan bola terlalu lama sehingga merusak alur serangan.
"Dribel yang terlalu banyak," tutur fan lainnya yang menuduh Gloukh sering membuat keputusan keliru.
Melihat performa tersebut, sejumlah suporter mendesak manajemen Ajax untuk segera melepas sang pemain pada bursa transfer.
"Anda benar-benar harus berusaha menjual Gloukh," tulis seorang fan.
Keinginan agar Gloukh segera angkat kaki dari Amsterdam disuarakan secara terbuka oleh pendukung lainnya.
"Lepaskan Gloukh!" kata suporter lain.
Dampak kehadiran Gloukh di lini tengah dinilai sudah tidak lagi memberikan kontribusi positif bagi tim.
"Saya bukan penggemar Gloukh, masukkan dia ke daftar jual," ujar salah satu pendukung.
Ejekan mengenai masa depan sang gelandang di jendela transfer mendatang turut dilontarkan oleh penggemar.
"Oscar akan berdiri di depan etalase toko Jordi dengan pita besar di tubuhnya setelah malam ini," tutur fan Ajax.
Selain Gloukh, penyerang Kasper Dolberg turut mendapat sorotan tajam karena menyia-nyiakan sejumlah peluang emas di lini depan.
"Astaga, Dolberg, berapa banyak peluang lagi yang kamu butuhkan?" tanya seorang suporter.
Ketidakpuasan terhadap Dolberg membuat beberapa pendukung menilai masa depannya di klub telah berakhir.
"Dolberg benar-benar sudah selesai bersama kita," ujar pendukung lainnya.
Gelandang Youri Regeer juga memicu kritik karena permainannya dinilai lambat dan tidak terlihat di sepanjang pertandingan.
"Apakah Regeer bahkan bermain juga?" kata seorang fan.
Gaya bermain Regeer dinilai memperlambat tempo dan menyulitkan skema pembangun serangan tim.
"Dia menghilangkan semua tempo, hampir tidak tersedia dalam skema build-up dan terus mengoper ke samping," baca dua reaksi yang mengutarakan kekecewaan.
Berbanding terbalik dengan Gloukh, veteran Daley Blind justru menuai banyak pujian atas kecerdasan penempatan posisi dan kontribusinya dalam membangun serangan.
"Blind secara posisi sangat cerdas," tulis seorang fan.
Kehadiran pemain senior tersebut dinilai memberikan stabilitas yang sangat dibutuhkan di lini belakang.
"Betapa segarnya udara segar dalam permainan build-up," ujar suporter lainnya.
Apresiasi serupa dialamatkan kepada Rosa yang tampil mengesankan lewat umpan-umpan akurat serta intensitas serangannya.
"Rosa terus memainkan bola-bola yang sangat tajam, mantap!" kata tanggapan suporter.
Performa impresif Rosa bahkan membuat suporter menyamakannya dengan bek kanan legendaris.
"Rosa bahkan menemukan jiwa Dani Alves dalam dirinya hari ini," tutur pendukung Ajax.
Kekecewaan terhadap Gloukh juga diperlihatkan oleh pelatih Míchel di pinggir lapangan. Analis Ziggo Sport, Sam van Royen, membeberkan momen amarah sang pelatih saat operan Gloukh bergulir keluar lapangan.
"Gloukh melakukan gerakan yang bagus, tetapi tidak berjalan lancar," kata Sam van Royen, Analis Ziggo Sport.
Insiden tersebut secara langsung menyulut reaksi emosional dari Míchel di bench pemain.
"Hal itu juga menyebabkan frustrasi bagi Míchel," ujar Sam van Royen, Analis Ziggo Sport.
Van Royen mengungkapkan instruksi tegas yang diberikan Míchel kepada Gloukh di ruang ganti.
"Saya tahu apa yang dia katakan. Dia berkata: 'Jaga bola dengan baik di babak kedua!'," kata Sam van Royen, Analis Ziggo Sport.
Sementara itu, analis Jan van Halst menyebut ketelitian menjaga penguasaan bola memang telah menjadi penekanan utama Míchel sebelum laga dimulai.
"Kehilangan penguasaan bola di sekitar kotak penalti bisa saja terjadi jika Anda ingin menciptakan peluang. Namun, mereka langsung menekan setelahnya. Itu adalah sesuatu yang ditanamkan Míchel dan masih berusaha ia tanamkan lebih dalam lagi," ujar Jan van Halst, Analis Ziggo Sport.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
1
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow