OJK Yakini Pasar Modal Indonesia Resilien Hadapi Rebalancing MSCI
Ketahanan pasar modal Indonesia diyakini tetap kuat dalam menghadapi potensi gejolak akibat hasil reviu indeks MSCI yang diumumkan menjelang pertengahan Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan optimis rebalancing tersebut dapat diantisipasi dengan baik oleh para pelaku pasar.
Keyakinan ini didasari oleh kondisi transaksi bursa serta solidnya partisipasi investor di dalam negeri, termasuk kelompok ritel domestik. Dampak penyesuaian indeks global dinilai mampu diredam oleh tingginya aktivitas perdagangan pasar saham nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menegaskan ketahanan pasar telah teruji pada dinamika sebelumnya.
"Kita sama-sama melihat waktu itu, dengan jumlah transaksi bursa yang sudah cukup dalam dan tentu kekuatan investor lainnya, investor aktif, termasuk investor domestic retail, pasar kita tetap terbukti cukup resilien menghadapi upaya atau langkah rebalancing yang harus dilakukan," kata Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Daya tahan tersebut terbukti saat rebalancing MSCI berlangsung pada Mei lalu yang berdampak hingga awal Juni. OJK mencatat pergerakan pasar tetap stabil berkat fondasi investor domestik yang kuat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow