Nova Widianto Tinggalkan BAM di Tengah Isu Kembali ke Pelatnas PBSI

Smallest Font
Largest Font

Pelatih ganda campuran Nova Widianto resmi mengakhiri masa tugasnya di Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) pada akhir Juli 2026 untuk kembali ke Indonesia, sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Langkah ini memicu spekulasi mengenai kembalinya peraih medali perak Olimpiade 2008 tersebut ke Pelatnas PBSI.

Pengunduran diri Nova bertepatan dengan kebijakan PP PBSI yang menyudahi kerja sama dengan Kepala Pelatih Ganda Campuran Rionny Mainaky serta asisten pelatih Amon Sunaryo. Keputusan tersebut diambil federasi sebagai bagian dari langkah evaluasi menyeluruh terhadap sektor ganda campuran Indonesia.

Presiden BAM Tengku Datuk Seri Utama Zafrul Tengku Abdul Aziz menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta profesionalisme Nova selama menangani tim nasional Malaysia.

"Pelatih Nova telah mengabdi pada bulu tangkis Malaysia dengan dedikasi dan profesionalisme, dan kontribusinya terhadap pengembangan program ganda campuran kami sangatlah signifikan," tutur Tengku Zafrul.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pasangan Tang Jie dan Ee Wei meraih gelar juara dunia menjadi salah satu pencapaian bersejarah bagi bulu tangkis Malaysia di bawah arahan Nova.

"Gelar juara dunia bersejarah yang diraih oleh Tang Jie dan Ee Wei merupakan momen membanggakan bagi bulu tangkis Malaysia dan tonggak penting selama masa jabatannya," kata Tengku Zafrul.

Pihak BAM pun menyampaikan harapan terbaik untuk perjalanan karier pelatih asal Indonesia tersebut selanjutnya.

"Atas nama BAM, saya mengucapkan terima kasih kepada Pelatih Nova atas pengabdiannya dan mendoakan kesuksesan serta kebahagiaan bagi dirinya dan keluarganya saat mereka memulai babak baru di Indonesia," kata Tengku Zafrul.

Menanggapi perpisahannya, Nova Widianto turut menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan dan dukungan yang diterimanya selama bertugas di Malaysia.

"Merupakan suatu kehormatan dapat bekerja sama dengan para pemain, pelatih, dan staf pendukung, dan saya bersyukur atas dukungan yang saya terima selama berada di Malaysia. Saya berharap semua pihak di BAM terus meraih kesuksesan di masa depan," kata Nova.

Sementara itu, Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menegaskan bahwa perombakan di jajaran pelatih ganda campuran dilakukan berdasarkan penilaian kinerja yang komprehensif.

"Pergantian pelatih bukan semata-mata melihat hasil pertandingan dalam jangka pendek. Kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses pembinaan, mulai dari perkembangan atlet, efektivitas program latihan, dinamika pasangan, hingga kesiapan sektor ini menghadapi target-target besar ke depan," kata Eng Hian.

Eng Hian menjelaskan bahwa penyesuaian ini diperlukan demi menjaga pencapaian target dan efektivitas pembinaan atlet ke depan.

"Kami juga mengacu pada target dan KPI yang telah ditetapkan. Dari hasil evaluasi tersebut, kami menilai perlu adanya penyegaran di jajaran kepelatihan agar sektor ganda campuran memperoleh perspektif baru, terus berkembang, dan mampu menghasilkan prestasi yang lebih optimal," kata Eng Hian.

PBSI mengonfirmasi bahwa calon pelatih kepala baru sudah dikantongi, tetapi pengumuman resminya baru akan dilakukan pada Agustus. Nova Widianto sendiri bukan figur asing di Pelatnas PBSI karena pernah menjabat sebagai asisten Richard Mainaky sejak 2013 hingga dipercaya menjadi pelatih kepala ganda campuran pada 2021.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed