Nirmal Purja Tewas Usai Menerjang Longsoran Salju di Pakistan

Smallest Font
Largest Font

Pendaki gunung legendaris asal Nepal, Nirmal Purja, tewas bersama sembilan anggota ekspedisi lainnya akibat terjangs longsoran salju di Gunung Broad Peak, Gilgit-Baltistan, Pakistan pada Kamis (30/7/2026). Musibah di gunung setinggi 8.051 meter tersebut merenggut nyawa enam warga Nepal, serta masing-masing satu pendaki dari Pakistan, Oman, Amerika Serikat, dan China.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi secara resmi oleh pihak penyelenggara ekspedisi, Elite Expeditions, melalui pernyataan tertulis yang dilansir dari AFP dan Reuters.

"Dengan rasa duka yang mendalam dan kesedihan yang tak terhingga, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal Purja secara tragis telah kehilangan nyawanya menyusul insiden longsoran salju di Broad Peak. Kami juga telah menerima konfirmasi bahwa anggota ekspedisi lainnya sayangnya tidak selamat," kata pihak Elite Expeditions.

Pernyataan tersebut juga mengonfirmasi gugurnya para mitra pendakian yang mendampingi perjalanan tragis tersebut.

"Hari ini dengan kesedihan mendalam dan duka cita yang luar biasa, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal 'Nimsdai' Purja secara tragis kehilangan nyawanya akibat longsoran salju di Broad Peak," tulis Elite Exped.

Perusahaan tersebut menegaskan duka mendalam bagi seluruh tim yang terlibat dalam musibah fatal di area puncaknya.

"Hari ini, kami meratapi tidak hanya Nims, tetapi setiap nyawa yang hilang dalam tragedi ini, termasuk mitra pendakian dan pemandunya yang tepercaya, Pur Bahadur Gurung (Yukta) dan Nima Sherpa. Pikiran, doa, dan belasunggawa tulus kami yang terdalam bersama keluarga, teman, dan orang-orang terkasih mereka," kata pihak Elite Exped.

Mereka mengimbau publik untuk memberikan ruang duka bagi pihak keluarga korban di tengah masa sulit ini.

"Tidak ada kata-kata yang dapat meredakan rasa sakit dari kehilangan yang tak terbayangkan ini, dan kami meminta semua orang untuk menghormati privasi mereka saat mereka berduka," kata manajemen perusahaan.

Manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR yang bekerja keras di lokasi kejadian.

"Kami juga menyampaikan terima kasih tulus kami kepada tim pencari dan penyelamat serta semua orang yang mendukung respons dalam keadaan yang sangat sulit," tutur pihak Elite Exped.

Guna menjaga privasi keluarga korban, penyelenggara memutuskan untuk membatasi informasi resmi lebih lanjut.

"Untuk menghormati semua keluarga yang terlibat, kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut di luar informasi yang dikonfirmasi oleh otoritas terkait," tambah pihak perusahaan.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Elite Exped menegaskan warisan semangat para pendaki akan terus dikenang.

"Nims, dan untuk semua orang yang kehilangan nyawa. Anda tidak akan pernah terlupakan; semangat Anda, tujuan Anda, dan warisan Anda akan terus menginspirasi generasi mendatang," tegas Elite Exped.

Ucapan duka cita turut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, atas tragedi yang menimpa warganya dan pendaki internasional.

"Kematian tragis enam pendaki asal Nepal dan empat pendaki asing lainnya, termasuk pemegang rekor dunia Nirmal Purja, di pegunungan Karakoram Pakistan, telah mengejutkan kita semua," kata Balendra Shah.

Ia menyampaikan penegasan mengenai kontribusi besar yang ditinggalkan para pendaki bagi dunia kedirgantaraan gunung.

"Perjalanan fisik seluruh pendaki yang gugur memang telah terhenti, namun rekam jejak keberanian, dedikasi, serta kontribusi mereka akan selalu menjadi sumber inspirasi," imbuhnya.

Perdana Menteri Nepal juga menekankan bahwa warisan perjuangan mereka tidak akan pudar oleh waktu.

"Hanya perjalanan fisik mereka yang telah berakhir. Namun sejarah keberanian, dedikasi, dan kontribusi mereka akan terus hidup serta menginspirasi," tulis Shah.

Penasihat Perdana Menteri Pakistan, Rana Sanaullah, menjelaskan bahwa empat jenazah telah berhasil dievakuasi, sementara operasi pencarian dilanjutkan lewat jalur udara, darat, dan pemantauan GPS.

"Tragedi Broad Peak ini sangat memilukan. Pakistan berdiri bersama rakyat Nepal dalam masa duka ini," tuturnya.

Ia memaparkan tantangan besar yang dihadapi oleh tim gabungan militer dan SAR di lokasi ekstrem.

"Operasi penyelamatan dilakukan di medan yang amat menantang serta kondisi cuaca dataran tinggi oleh tentara Pakistan, berkoordinasi dengan para pendaki dataran tinggi setempat dan tim SAR," jelasnya.

Direktur Seven Summit Treks, Chhang Dawa Sherpa, mengungkapkan tantangan teknis dalam mengevakuasi sisa korban dari puncak gunung.

"Mereka berada di lokasi yang sulit dan belum dapat dievakuasi," katanya.

Wakil Direktur Departemen Pariwisata Gilgit-Baltistan, Sajid Hussain, mengonfirmasi kendala medan yang ekstrem meski pemantauan udara terus berjalan.

"Tim penyelamat telah berhasil mengidentifikasi lokasi para korban, tetapi belum dapat mengevakuasi mereka dengan aman," ujarnya.

Mantan prajurit Gurkha dan paska elite Special Boat Service (SBS) Inggris berusia 43 tahun itu mencatatkan sejarah dunia pada 2019 setelah menaklukkan 14 puncak di atas 8.000 meter dalam waktu 6 bulan 6 hari, serta memegang 18 rekor Guinness World Records.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed