Nathan Thomas Raih Rekor Profesor Termuda di Dunia Usia 18 Tahun

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Nathan Thomas berhasil mencatatkan namanya dalam Guinness World Records sebagai profesor laki-laki termuda sepanjang sejarah. Pencapaian tersebut diraih saat ia mengajar di Universitas Miami Dade, Florida, Amerika Serikat, pada 2023 di usia 18 tahun 346 hari.

Rekor tersebut melampaui rekor terdahulu milik Colin Maclaurin yang menjadi profesor pada usia 19 tahun pada rentang 1698-1746. Pencapaian Thomas juga lebih muda 16 hari dari Alia Sabur yang memegang rekor profesor perempuan termuda pada 2008 saat berusia 18 tahun 362 hari, seperti dilansir dari Detikcom.

Keberhasilan Thomas tidak lepas dari dorongan lingkungan keluarganya yang berlatar belakang insinyur. Orang tuanya secara konsisten memupuk rasa ingin tahu dan mengenalkan konsep matematika melalui metode yang menyenangkan sejak ia kecil.

"[Ibu saya] punya cara untuk membuat segala sesuatu terasa sederhana meskipun sebenarnya tidak, dan saya rasa sebagian dari hal itu melekat pada saya, lebih dari yang saya sadari saat itu," jelasnya.

Metode pembelajaran tersebut mendorong pemahaman konsep akademik secara mandiri. Thomas kemudian memulai program kuliah ganda di Universitas Miami Dade pada usia 10 tahun, sebelum akhirnya berpindah ke Florida International University pada usia 14 tahun.

Ketika menginjak usia 18 tahun, ia telah menyelesaikan pendidikan Sarjana dan Magister Teknik Elektro dengan predikat cum laude. Thomas berhasil menyelesaikan studinya di saat remaja seusianya baru mulai memasuki jenjang perguruan tinggi.

"Begitu Anda berada di lingkungan itu, semua orang ada di sana untuk alasan yang sama, yaitu untuk belajar," kata Nathan.

"Usia sebenarnya tidak menjadi faktor penentu," imbuhnya.

Pengalaman Mengajar dan Rencana Masa Depan

Latar belakang sebagai mahasiswa termuda membantu Thomas memahami kesulitan para mahasiswanya saat menyampaikan materi perkuliahan. Ia menilai proses mengajar membantunya memperdalam pemahaman materi pada tingkat yang lebih tinggi.

"Mengajar sesuatu, memaksa Anda untuk memahaminya pada tingkat yang sama sekali berbeda—jadi pada akhirnya saya belajar sama banyaknya dengan siswa, bahkan mungkin lebih banyak," tutur Thomas.

Pada usia 22 tahun, pemuda kelahiran 9 September 2004 ini sedang menempuh pendidikan doktor hukum (Juris Doctor) di Fakultas Hukum Universitas Miami. Ia menargetkan kelulusan pada 2028 untuk menggabungkan keahlian teknik elektro dan hukum di bidang kekayaan intelektual STEM.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed