Millwall Tekuk Norwich 3-0 Saat Elkan Baggott Jadi Cadangan
Millwall berhasil menumpas Norwich City dengan skor 3-0 dalam lanjutan kasta kedua Liga Inggris, Championship 2026/2027, Sabtu (22/8/2026). Bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, hanya duduk di bangku cadangan sepanjang laga kandang tersebut.
Kemenangan Millwall dibuka oleh gol Tairyk Arconte pada menit ke-18 setelah tuan rumah tampil dominan dengan formasi 4-3-3. Arconte mencetak gol keduanya pada menit ke-58, sebelum situasi Norwich kian memburuk akibat kartu merah Jose Cordoba pada menit ke-64. Luke Cundle mengunci kemenangan Millwall menjadi 3-0 lewat golnya pada menit ke-84.
Pelatih Millwall, Alex Neil, memilih duet Caleb Taylor dan Jake Cooper di lini tengah pertahanan dan tidak melakukan pergantian pada posisi bek tengah. Kondisi ini membuat Baggott belum mendapatkan menit bermain dalam tiga pertandingan awal Millwall di kompetisi Championship dan EFL Cup musim 2026/2027.
Sebelum bergabung dengan Millwall lewat kontrak jangka panjang, Baggott menghabiskan masa kariernya di Ipswich Town sejak usia 14 tahun. Persaingan ketat di Ipswich Town membuat bek setinggi 196 cm tersebut lebih banyak menjadi pilihan keempat dan hanya tampil dua kali sepanjang musim lalu saat timnya meraih promosi ke Premier League.
"Saya tidak akan berbohong, itu memang membuat frustrasi karena ketika saya diberi tahu akan menjadi bek tengah pilihan keempat, biasanya Anda mungkin mendapatkan enam, tujuh, delapan, sembilan, atau 10 pertandingan ketika musim berakhir," kata Baggott.
Meski memicu rasa kecewa, Baggott menegaskan tetap memetik pelajaran berharga dari atmosfer persaingan di klub sebelumnya.
"Namun, saya berada di tim yang berhasil promosi dari liga dan berada di lingkungan tersebut sepanjang tahun sehingga ada banyak pelajaran yang saya dapatkan, sangat bagus bisa berada dalam lingkungan yang sedang berjuang meraih promosi," ujar Baggott.
Proses kepindahan Baggott ke Millwall berawal dari pemantauan panjang manajemen klub sejak ia menjalani masa peminjaman di Blackpool. Sang pemain mengetahui ketertarikan serius The Lions pada awal bursa transfer musim panas, sekitar satu bulan sebelum kesepakatan tercapai.
"Saya ingat ketika berada di Blackpool, saya mendengar dari agen saya bahwa Millwall sedang memantau pertandingan saya, kemudian pada musim panas ini, di awal bursa transfer, saya mengetahui bahwa mereka benar-benar serius tertarik kepada saya," kata Baggott.
Keputusan Baggott untuk memilih Millwall juga didasari oleh rekam jejak klub dalam mengembangkan talenta muda. Ia melihat kesuksesan beberapa pemain seusianya yang karirnya menanjak setelah membela The Lions.
"Mereka melakukan hal yang bagus kepada pemain yang seusia dengan saya," ujar Baggott kepada Southwark News.
Baggott secara khusus menyoroti peran manajemen dan direktur sepak bola klub dalam membangun iklim pengembangan pemain.
"Hal itu berasal dari manajer dan Direktur Sepak Bola, Steve Gallen, yang mendatangkan pemain dengan profil tersebut lalu mengembangkan mereka, dan sekarang Anda bisa melihat hasilnya. Femi Azeez juga merupakan contoh pemain yang usianya sangat mirip dengan saya, datang ke sini dan berkembang, jadi ini benar-benar menjadi prospek yang sangat menarik," tutur Baggott.
Ia juga memuji kedalaman taktik dan analisis detail yang diterapkan oleh pelatih Alex Neil dalam mempersiapkan tim jelang pertandingan.
"Hal yang saya pelajari tentang dia sejak datang ke sini adalah, tentu semua orang mengatakan bahwa tiga poin pada hari Sabtu merupakan hal yang paling penting, tetapi pekerjaan dan detail yang dia lakukan untuk memastikan kami mendapatkan tiga poin pada hari Sabtu adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya," ucap Baggott.
Proses adaptasi Baggott berjalan lancar karena ia bergabung sejak masa awal pramusim dan berpartisipasi dalam sejumlah laga uji coba. Keberadaan para pemain yang berusia sebaya juga membantunya merasa diterima di dalam skuad.
"Para pemain membuat saya merasa sangat diterima sejak saya datang, saya rasa sebagian besar pemain juga berusia tidak jauh dari saya sehingga sangat mudah untuk beradaptasi, saya benar-benar menikmati waktu saya di sini dan juga waktu bersama para pemain," tuturnya.
Meskipun lini pertahanan Millwall tergolong solid dengan catatan hanya kebobolan 49 gol dan meraih 18 clean sheet musim lalu, Baggott siap bekerja keras demi mengamankan posisi utama.
"Datang ke tim yang pertahanannya luar biasa pada musim lalu, saya akan selalu berjuang untuk mendapatkan tempat saya, saya menyadari tantangan tersebut," kata Baggott.
Guna mencapai hal tersebut, Baggott berfokus memberikan performa terbaik dalam setiap sesi latihan.
"Bagi saya saat ini, yang terpenting adalah melakukan yang terbaik dalam latihan, kemudian ketika mendapatkan kesempatan, saya harus memanfaatkannya dan memastikan posisi tersebut menjadi milik saya," tegasnya.
Mengenai target pribadinya musim ini, Baggott ingin menit bermain yang cukup sekaligus membawa timnya meraih tiket menuju kompetisi kasta tertinggi Inggris.
"Harapan utama adalah mendapatkan promosi, setelah apa yang terjadi musim lalu, memasuki musim ini, itu merupakan target yang jelas," ujar Baggott.
Ia menutup pernyataan mengenai ambisinya di klub baru tersebut.
"Untuk diri saya sendiri, saya ingin berusaha masuk ke tim, kemudian mendapatkan sebanyak mungkin kesempatan bermain dan semoga bisa membantu tim meraih promosi," kata Baggott.
Di samping perjalanan karier klubnya, Baggott merupakan sosok populer dengan 2,2 juta pengikut di Instagram—jumlah terbanyak di skuad Millwall. Popularitas tinggi tersebut merupakan buah dari 28 penampilan internasional yang ia catatkan bersama Timnas Indonesia sejak menjalani debut pada November 2021.
"Indonesia adalah negara yang sangat, sangat mencintai sepak bola, jumlah penduduknya juga banyak sehingga hal itu menjelaskan jumlah pengikut dan interaksi yang saya dapatkan melalui media sosial," ujar Baggott.
Dukungan besar dari para pendukung Indonesia kembali membanjiri media sosialnya saat kepindahannya ke Millwall diumumkan secara resmi.
"Ketika saya mendapatkan kepindahan ini, ada banyak komentar positif dan hal-hal positif dari masyarakat Indonesia, dan itu sangat menyenangkan, saya juga sangat mencintai bagian dari karier saya tersebut, yaitu bermain untuk Indonesia," ucap Baggott.
Dari puluhan laga bersama Timnas Indonesia, Baggott menyebut laga uji coba melawan Argentina pada Juni 2023 sebagai salah satu pengalaman paling berkesan.
"Kami pernah menghadapi Argentina dalam pertandingan persahabatan setelah mereka menjuarai Piala Dunia, saya rasa kami merupakan lawan pertama atau kedua mereka dalam pertandingan persahabatan setelah itu, jadi pengalaman tersebut luar biasa," kenang Baggott.
Namun, momen terbaik sepanjang karier internasionalnya adalah saat membawa Indonesia melaju hingga babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kali dalam sejarah.
"Saya mungkin akan mengatakan ketika kami lolos ke babak 16 besar Piala Asia, itu merupakan kali pertama dalam sejarah kami mencapai tahap tersebut, itu mungkin menjadi kenangan terbaik yang saya miliki," imbuh Baggott.
Pengalaman membela negara memberikan rasa bangga yang mendalam bagi pemain kelahiran Bangkok tersebut.
"Banyak pemain mengatakan hal ini, tetapi benar-benar bermain untuk negara merupakan kehormatan tertinggi dalam sepak bola," kata Baggott.
Karier internasional juga membawa Baggott mengunjungi berbagai negara baru yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
"Saya sudah pergi ke sejumlah negara yang unik dan luar biasa, yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan akan saya kunjungi, ada sisi tersebut, tetapi bermain untuk negara dan kebanggaan yang saya rasakan karena hal itu juga luar biasa," ungkapnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow