Militer AS Kembali Blokade Pelabuhan Iran di Selat Hormuz

Smallest Font
Largest Font

Militer Amerika Serikat resmi memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada Rabu (15/7/2026) dini hari waktu setempat demi mengamankan Selat Hormuz. Langkah represif ini diambil sebagai respons atas serangan berulang dari Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi jalur perairan vital tersebut.

Dilansir dari Investor Daily, kebijakan baru ini langsung memicu gelombang serangan balasan ke negara-negara yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS). Aksi saling balas tersebut kini meruntuhkan kesepakatan damai sementara yang sempat disepakati kedua belah pihak setelah blokade pertama dicabut pada pertengahan Juni 2026.

Eskalasi bersenjata di Selat Hormuz ini mengancam pasokan energi global mengingat satu perlima pasokan minyak dan gas alam dunia melewati jalur tersebut. Guna menghadapi situasi ini, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang serangan udara sesaat sebelum blokade aktif.

Di sisi lain, Iran juga melancarkan serangan udara balasan hingga memicu peringatan bahaya rudal di Bahrain dan Kuwait. Pemimpin CENTCOM memberikan penjelasan mengenai agresi udara yang dilakukan oleh pihak militer Iran tersebut.

"Pasukan AS akan meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi tidak beralasan yang terus mengancam nyawa warga sipil yang tidak bersalah," tegas Laksamana Brad Cooper, Pemimpin CENTCOM.

Saat ini AS telah menyiagakan kekuatan militer masif di Laut Arab, termasuk 19 kapal perang, dua kapal induk, satu kapal serbu amfibi dengan 1.000 personel Marinir, serta ratusan pesawat militer. Konflik ini kembali memanas setelah Iran mulai menyerang kapal-kapal dagang di rute alternatif dekat perairan Oman yang berada di bawah pengawasan militer AS.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed