Merapi meluncurkan awan panas guguran hingga 2.000 meter
Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan awan panas guguran (APG) sekitar 2.000 meter ke arah barat daya pada Sabtu pagi. Luncuran terjadi kurang dari 24 jam setelah kejadian serupa malam sebelumnya, tanpa hujan abu vulkanis, sementara semak lereng terbakar.
Dilansir dari Investor Daily, rekaman CCTV milik Badan Geologi melalui BPPTKG Yogyakarta menunjukkan guguran material dari kawasan puncak yang membentuk kepulan APG lalu bergerak menuruni lereng ke arah barat daya.
APG terjadi pukul 09.18 WIB dan mengarah ke hulu Kali Sat atau Kali Putih. Berdasarkan data pengamatan, APG memiliki amplitudo maksimum 31,9 milimeter dengan durasi 142,28 detik.
Triyono mengatakan hingga Sabtu pagi belum ada laporan hujan abu vulkanis yang melanda permukiman warga akibat luncuran APG tersebut.
"Dari pantauan pagi hari ini terpantau ada APG yang mengarah ke barat daya pukul 09.18 WIB sejauh 2.000 meter, mengarah ke Kali Sat atau Kali Putih," kata Triyono saat ditemui pada Sabtu (29/8/2026).
Dilansir dari Investor Daily, selain APG pada Sabtu pagi, titik api juga terpantau di lereng Merapi setelah kejadian pada Jumat malam. Titik api diduga berasal dari guguran material Merapi dan berada di kawasan semak di sekitar Sungai Senowo 3, di atas Kali Krasak.
Triyono menyebut titik api terdeteksi sekitar pukul 20.30 WIB dan masih terlihat pada Sabtu pagi, namun belum masuk area hutan Taman Nasional Gunung Merapi karena lokasi berada di kawasan semak dengan medan sulit dijangkau.
"Titik api terdeteksi tadi malam sekitar pukul 20.30 WIB. Dari komunikasi dengan teman-teman di Pos Pantau Babadan, ini berasal dari guguran Merapi," ujarnya.
Dilansir dari Investor Daily, status Gunung Merapi hingga kini masih di level III atau Siaga. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, khususnya di kawasan yang berpeluang terjadi guguran lava dan awan panas guguran, serta mewaspadai banjir lahar hujan di sepanjang alur sungai berhulu dari Merapi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow