Mensesneg Tegaskan Andi Syamsuddin Bukan Koordinator Penanganan Karhutla

Smallest Font
Largest Font

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah kabar yang beredar bahwa pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad ditunjuk sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prasetyo menegaskan informasi tersebut tidak benar dan penanganan karhutla telah diatur pemerintah pusat dengan pembagian tugas berdasarkan wilayah, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi informasi yang ramai di media sosial karena belum tentu sesuai fakta.

"Tidak ada, tidak benar. Siapa yang mencetuskan isunya?" ujar Prasetyo saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Prasetyo juga menyatakan bahwa semua pihak diminta membantu penanganan karhutla tetapi tidak ada penunjukan koordinator perorangan karena kewenangan sudah diatur.

Menurutnya, pemerintah telah menunjuk pejabat setingkat menteri untuk mengawasi penanganan karhutla di berbagai wilayah secara terpisah.

"Kita pemerintah pusat sudah menunjuk beberapa pejabat setingkat menteri untuk berbagi wilayah. Jadi memang kita bagi tugas untuk atensi Kalimantan Barat, Tengah, dan seterusnya. Memang kita atur seperti itu," jelas Prasetyo.

Terkait dampak asap karhutla yang berpotensi sampai ke negara tetangga, Prasetyo memastikan komunikasi dilakukan secara informal dan formal, termasuk melalui jalur diplomatik dengan Kementerian Luar Negeri.

"Kalau secara informal ada, secara formal juga melalui Pak Menlu tentu ada komunikasi. Makanya kita berusaha secepatnya menangani karhutla," ujarnya.

Pemerintah belum melihat kebutuhan membentuk Satuan Tugas khusus untuk penanganan karhutla karena koordinasi lintas sektor yang ada sudah dinilai cukup kuat.

Selain itu, pemerintah telah memenuhi kebutuhan logistik serta menambah peralatan dan personel, termasuk helikopter water bombing dan alat pelindung diri (APD).

"Saya kira belum (perlu Satgas khusus), karena kemarin hasil dari lapangan penanganan koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat. Kalaupun ada keperluan penambahan beberapa peralatan, termasuk heli water bombing, APD, dan penambahan pasukan, sudah semua dikerjakan," terang Prasetyo.

Pemerintah juga telah mengerahkan tambahan personel dari tiga batalyon TNI yang sudah mulai beroperasi di lapangan untuk memperkuat penanganan karhutla.

"Hari ini penambahan personel dari tiga batalyon sudah beroperasi. Sama-sama kita keroyok," pungkas Prasetyo.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed