Menaker Yassierli Soroti Dampak AI Terhadap Dunia Kerja

Smallest Font
Largest Font

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyoroti dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar kerja global dalam acara Pameran Job Fair AI Career Boost Today 2026 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/7/2026), dilansir dari Detik Finance.

Perkembangan teknologi, transisi hijau, serta perubahan ekonomi dan demografi diproyeksikan menghapus 92 juta pekerjaan sekaligus membuka 170 juta jenis lapangan kerja baru pada 2030, merujuk laporan Future of Jobs Report dari World Economic Forum (WEF).

Pergeseran struktur tenaga kerja tersebut sudah mulai dialami berbagai negara, seperti peningkatan rekrutmen talenta digital di India sebesar 11 persen yang diiringi penurunan perekrutan pekerja kantoran hingga 9 persen dalam setahun terakhir.

"Terjadi peningkatan rekrutmen digital dan AI talent sebesar 11%. Sedangkan rekrutmen yang sifatnya general white collar, kerja-kerja kantor turun 9%. Ini di India.

Jadi ini memang menjadi sebuah hal yang luar biasa. Ada sebuah research dari World Economic Forum, future of jobs report, tahun 2030 170 juta pekerjaan baru muncul dan 92 juta pekerjaan hilang," kata Yassierli.

Perubahan drastis diperkirakan bakal membuat separuh dari jenis pekerjaan saat ini tidak lagi relevan dalam kurun satu dekade mendatang, sehingga pemerintah memperkuat regulasi dan kemitraan strategis.

"Ada report yang lain, 50% apa yang ada saat ini di dunia kerja, menjadi tidak relevan dalam 10 tahun yang akan datang. Ini adalah tantangan-tantangan kita, kami sedang menyiapkan tata kelola AI, apa apa yang kira-kira terkait dengan ketenagakerjaan. Dua, kita membangun kolaborasi dengan semua pihak," sebut Yassierli.

Tren lonjakan kebutuhan tenaga ahli teknologi juga tercatat di wilayah Asia Tenggara, di mana data platform LinkedIn merekam lonjakan permintaan skill digital hingga 2,4 kali lipat pada kurun 2021–2023.

"Ada data dari LinkedIn, permintaan terhadap para pekerja dengan skill digital dan AI di Asia Tenggara meningkat 2,4 kali lipat. Ini tahun 2021-2023, sekarang 2026. Feeling saya meningkatnya jadi udah 5 kali lipat," ujar Yassierli.

Penguasaan AI kini menjadi nilai tambah rekrutmen lintas disiplin ilmu yang perlu diimbangi dengan kemampuan nonteknis seperti berpikir kritis, komunikasi, pemecahan masalah, empati, dan pengambilan keputusan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed