McDonald's Indonesia Andalkan Bahan Baku Lokal untuk Pasokan Ayam

Smallest Font
Largest Font

PT Rekso Nasional Food memperkuat strategi lokalisasi bisnis melalui pemanfaatan bahan baku domestik dan pengelolaan rantai pasok untuk menjaga efisiensi operasional restoran McDonald's Indonesia.

Dilansir dari Investor Daily, menu ayam diperkenalkan pada tahun 1999 setelah pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1991 untuk menyesuaikan produk dengan preferensi konsumen lokal.

Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia, Caroline Kurniadjaja, menyatakan bahwa pengembangan menu lokal menjadi bagian penting dari perjalanan perusahaan selama 35 tahun di Indonesia.

“Menjaga standar operasional yang konsisten, kehadiran teknologi pendukung, serta pengembangan kompetensi kru dilakukan untuk membuat setiap potong ayam tersaji dengan kualitas yang sama setiap kali dinikmati pelanggan,” ujar Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald's Indonesia.

Caroline menjelaskan bahwa produk berbasis ayam berkontribusi lebih dari 50% terhadap kategori protein yang dijual perusahaan, sehingga pengelolaan pasokan menjadi bagian penting dari operasional.

Quality Assurance Manager PT Rekso Nasional Food, Imam Gazali, mengungkapkan pengawasan kualitas dilakukan secara terintegrasi mulai dari peternakan, Rumah Potong Ayam, distribusi, hingga produk diterima restoran.

“Bagi kami, kualitas bukanlah hasil dari satu proses, melainkan akumulasi dari setiap tahapan yang dijalankan secara disiplin dan konsisten,” ungkap Imam Gazali, Quality Assurance Manager PT Rekso Nasional Food.

Imam menambahkan bahwa sistem quality assurance dibangun agar standar kualitas, keamanan pangan, dan kehalalan tetap terjaga sejak bahan baku diterima hingga produk disajikan.

“Umur simpan ayam segar sekitar tiga hari. Setelah memperhitungkan proses distribusi, waktu pemanfaatan bahan baku ketika tiba di restoran dapat menjadi sekitar dua hingga dua setengah hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengiriman dilakukan setiap hari,” kata Imam Gazali, Quality Assurance Manager PT Rekso Nasional Food.

Associate Director of Learning & Development dan Restaurant Solusion Group PT Rekso Nasional Food, Olia M Sidik menjelaskan bahwa data historis penjualan menjadi dasar bagi manajer restoran untuk menentukan volume produk yang perlu dimasak.

“Ciken Ekspert Ofiser (CEO) hanya tinggal melihat datanya, berapa yang harus dimasak. Jadi sebenarnya keputusan itu berasal dari manajer restoran,” ujar Olia M Sidik, Associate Director of Learning & Development dan Restaurant Solusion Group PT Rekso Nasional Food.

Olia menambahkan bahwa perusahaan memastikan setiap Ciken Ekspert Ofiser memiliki kompetensi dan pemahaman yang sama terhadap prosedur operasional.

“Menjadi Ciken Ekspert Ofiser bukan sekadar menyelesaikan pelatihan atau memperoleh sertifikasi. Peran ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk menjaga standar kualitas Ayam Krispy McD di setiap restoran,” jelas Olia M Sidik, Associate Director of Learning & Development dan Restaurant Solusion Group PT Rekso Nasional Food.

Narman, CEO McDonald's Duren Sawit, mengatakan bahwa dirinya bergabung sejak tahun 2018 dan telah dipercaya menjalankan peran tersebut selama sekitar enam tahun.

“Saya sangat bangga ketika dipercaya menjadi CEO karena tidak semua kru mendapatkan kesempatan ini. Ini merupakan sebuah pencapaian sekaligus tanggung jawab,” ungkap Narman, CEO McDonald's Duren Sawit.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed