Manchester United Rekrut Andrey Santos Senilai 48 Juta Poundsterling
Manajemen Manchester United resmi mengumumkan perekrutan gelandang muda asal Brasil, Andrey Santos, dari Chelsea pada Senin (13/7/2026) untuk memperkuat lini tengah skuad asuhan Michael Carrick menjelang kompetisi musim depan.
Langkah Setan Merah mendatangkan Andrey Santos dipicu oleh krisis lini tengah setelah kepergian Casemiro karena kontraknya habis serta cedera panjang yang menimpa Manuel Ugarte.
Klub mengonfirmasi bahwa pemain muda tersebut diikat dengan kontrak jangka panjang hingga Juni 2031, yang juga mencakup opsi perpanjangan selama satu tahun ke depan.
Berdasarkan laporan The Athletic, dana yang dikeluarkan untuk transfer ini mencapai 48 juta poundsterling (sekitar Rp1,16 triliun) dengan tambahan bonus senilai 2 juta poundsterling (Rp48 milar).
"Manchester United dengan gembira mengumumkan bahwa Andrey Santos telah resmi bergabung dengan klub ini. Pemain Brasil itu telah menandatangani kontrak hingga Juni 2031 dengan opsi perpanjangan satu tahun lagi," demikian pernyataan resmi klub pada Senin.
Perekrutan ini disambut positif oleh Direktur Olahraga Manchester United, Jason Wilcox, yang menilai sang gelandang memiliki potensi besar untuk menjadi pilar penting tim.
"Andrey adalah gelandang yang luar biasa dengan kemampuan teknik yang sangat bagus dan ia bisa memberikan dampak yang luar biasa di kedua sisi lapangan," kata Wilcox.
Wilcox menambahkan bahwa pemain baru tersebut menjadi target utama di posisi krusial dan diharapkan bisa segera menyatu dengan taktik racikan Michael Carrick.
"Dia adalah target kunci kami untuk posisi yang penting dalam tim kami. Jadi kami senang dia bisa bergabung dengan tim Michael di awal musim seperti ini," ujarnya.
Pihak manajemen juga meyakini bakat kepemimpinan Santos di level tertinggi akan terus berkembang pesat selama berseragam Setan Merah.
"Meski sudah punya pengalaman yang banyak, kepemimpinan yang bagus dan sudah membuktikan talentanya di level tertinggi, Andrey masih punya potensi yang sangat besar untuk dikembangkan lebih jauh, dan kami tidak sabar melihatnya bersinar di Manchester United," imbuh Wilcox.
Namun, kebijakan transfer ini memicu kritik keras dari legenda klub, Nicky Butt, yang dilansir dari Goal menilai harga sang pemain terlalu mahal untuk kapasitasnya saat ini.
"Jika Andrey Santos didatangkan dengan harga 25-30 juta pound, hal itu bisa dimaklumi, namun, dia tidak direkrut seharga 50 juta pound hanya untuk duduk di bangku cadangan," ujar Butt.
Butt mempertanyakan kontribusi sang gelandang karena dinilai belum menunjukkan kemampuan olah bola atau ketangguhan yang istimewa di lapangan.
"Dia harus menjadi pemain inti. Saya sudah beberapa kali melihatnya bermain, tetapi tidak ada hal istimewa yang membuat Anda berpikir, 'wah, kemampuan olah bolanya luar biasa' atau 'dia pemain yang sangat tangguh'," kata mantan pemain timnas Inggris itu.
Lebih lanjut, Butt berspekulasi bahwa tim rekrutmen mungkin sengaja bertaruh pada masa depan sang pemain, walau catatan performanya di Chelsea masih minim.
"Bisa jadi ini langkah jenius dari tim perekrutan yang berpikir, 'pemain muda ini bakal jadi bintang besar, mari dibayar saja dengan cepat dan langsung terjunkan dia ke situasi yang menantang'," ucap Butt.
Ia menyoroti bahwa Santos hanya bermain sebagai starter dalam 13 pertandingan bersama Chelsea sepanjang musim lalu sehingga pembelian ini dirasa kurang tepat.
"Namun, mengingat dia hanya tampil sebagai starter dalam 13 pertandingan untuk Chelsea musim lalu, bagi saya ini tidak terlihat seperti perekrutan yang bagus. Saya harap saya salah dan berharap dia nantinya menjadi pemain hebat dan tampil memukau," tambah Butt.
Butt menegaskan situasi ini terasa janggal karena Manchester United dipaksa membayar mahal untuk seorang pemain yang sebenarnya masih berstatus pelapis.
"Pemain muda ini baru bermain sekitar 10 pertandingan. Situasinya agak aneh. Ini bukan perekrutan yang membuat saya sangat antusias atau merasa sangat senang. Kita butuh pemain lini tengah yang bisa membuat tim jauh lebih baik," kata Butt.
Ia juga menambahkan kritik bahwa pihak manajemen saat ini terkesan lebih mengutamakan spekulasi potensi masa depan dibandingkan kualitas pemain yang sudah teruji di lapangan.
"Saya sebenarnya tidak suka mengkritik pemain muda atau pemain baru sebelum mereka membuktikan kemampuan mereka, tetapi dalam kasus ini, klub lebih memilih membeli potensi daripada pemain yang sudah terbukti kualitasnya," tegas Butt.
Komentar senada juga datang dari mantan pemain Arsenal, Emmanuel Petit, yang menilai perpindahan karier gelandang asal Brasil tersebut ke Old Trafford sebagai perjudian besar.
"Kepindahan Andrey Santos ke Man Utd merupakan sebuah pertaruhan, baik bagi dirinya maupun bagi klub," ujar Petit.
Petit memaparkan bahwa setelah tampil apik bersama Strasbourg, Santos kesulitan menembus tim utama atau memenuhi ekspektasi saat kembali ke pelukan Chelsea.
"Andrey Santos menjalani musim gemilang bersama Strasbourg sebelum kembali ke Chelsea, di mana ia jarang bermain atau tampil sesuai harapan," kata eks timnas Prancis tersebut.
Menurut Petit, tekanan di kubu Setan Merah akan jauh lebih berat mengingat klub tersebut menargetkan perbaikan performa dan tampil di ajang bergengsi Liga Champions.
"Situasi di Manchester United saat ini berbeda; mereka berlaga di Liga Champions dan perlu terus melakukan perbaikan. Andrey perlu memulihkan kepercayaan dirinya," jelas Petit.
Petit menutup pandangannya dengan mempertanyakan kesiapan mental sang pemain untuk bangkit dari periode sulitnya di Chelsea demi menghadapi tantangan baru di Manchester United.
"Dia memiliki kualitas mumpuni, namun apakah ia memiliki mentalitas tepat? Bergabung dengan United setelah masa-masa sulit di Chelsea adalah sebuah pertaruhan, baik bagi dirinya maupun bagi klub," kata Petit.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow