Manchester City Tantang K League All Stars di Tengah Cuaca Ekstrem
Klub raksasa Inggris Manchester City menantang skuad K-League All Stars pada laga pramusim kedua Tur Asia 2026 di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan, pada Rabu, 5 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB. Pertandingan ini berlangsung di bawah ancaman cuaca ekstrem setelah pemerintah Seoul mengeluarkan peringatan darurat gelombang panas dengan suhu menembus lebih dari 35 derajat Celsius.
Hasil dari laga eksibisi di Asia menjadi bagian dari penyesuaian strategi pelatih anyar Manchester City, Enzo Maresca, menjelang laga Community Shield 2026 melawan Arsenal di Stadion Wembley pada 16 Agustus 2026. Laga ini digelar setelah The Citizens ditahan imbang 1-1 dan kalah adu penalti dari Inter Milan di Hong Kong, sementara kubu lawan yang dilatih duet Chung Jung-yong dan Chung Kyung-ho mengincar tren positif setelah sebelumnya mengalahkan Newcastle United 1-0 pada Juli 2025.
Dalam peringatan darurat resmi yang dirilis pemerintah setempat dilansir dari Manchester Evening News, warga diminta untuk mewaspadai cuaca ekstrem tersebut.
"Panas terik diperkirakan terjadi malam ini. Harap jaga kesehatan Anda dengan menjaga suhu ruangan tetap sejuk, menjaga hidrasi tubuh sebelum tidur, dan memeriksa kondisi tetangga serta keluarga Anda," tulis pesan peringatan darurat dari pemerintah Seoul.
Manajer Enzo Maresca melakukan rotasi pada susunan pemain utama dengan memilih Ruben Dias dan Rayan Ait-Nouri sebagai starter menggantikan Stephen Mfuni dan Savinho. Namun, skuad asal Inggris tersebut dipastikan kehilangan pemain muda Ryan McAidoo akibat mengalami cedera bahu ringan.
"Kami memiliki banyak pemain muda, dan pada laga terakhir melawan Inter beberapa dari mereka bermain beberapa menit. Ryan McAidoo tampil bagus, begitu pula yang lainnya. Sayangnya, McAidoo harus absen besok karena mengalami masalah kecil pada bahunya - tidak ada yang serius," kata Pelatih Manchester City Enzo Maresca.
Maresca menegaskan kedalaman skuadnya saat ini masih tergolong solid meski manajemen terus memantau pergerakan pasar transfer pemain.
"Untungnya ini adalah skuad yang tidak perlu melakukan banyak hal. Pada saat yang sama, kita sudah tahu skuad ini kehilangan beberapa pemain penting berpengalaman seperti Bernardo, John, Nathan... pemain-pemain yang berbeda. Tentu saja, ada hal-hal yang perlu kami lakukan," ujar Enzo Maresca.
Ia juga menambahkan kabar mengenai bertambahnya pilar utama yang menyusul ke Asia untuk melakoni laga uji coba berikutnya melawan Atletico Madrid.
"Saat ini kami membawa banyak pemain muda. Besok, 3 pemain akan datang, dan secara berangsur para pemain akan bergabung," tutur Enzo Maresca dilansir dari Tirto.id.
Absennya sejumlah pilar senior seperti Bernardo Silva dan John Stones memicu kebangkitan peran kepemimpinan di dalam ruang ganti The Citizens.
"Saya harus melakukannya. Saya telah berada di klub ini begitu lama, saya salah satu yang tertua di sini jadi musim ini saya harus menjadi salah satu pemimpin, salah satu kapten. Saya menantikan tanggung jawab baru itu dan mencoba mengambil kepemimpinan," kata Gelandang Manchester City Phil Foden.
Foden mengutarakan pandangannya terkait kedatangan amunisi baru klub, Elliot Anderson, yang direkrut dari Nottingham Forest.
"Sangat senang memiliki dia di klub. Ketika saya melihatnya sebelumnya atau bermain melawannya, dia suka menemukan pemain nomor 10 dan mengoper bola menembus garis pertahanan, jadi itu sangat cocok untuk saya. Saya sangat senang bermain dengannya dan tidak sabar menunggu," ujar Phil Foden.
Sementara itu, rasa optimistis ditunjukkan oleh kubu tuan rumah melalui penyerang Incheon United, Stefan Mugoza, yang terpilih masuk dalam skuad bintang Liga Korea Selatan.
"Merupakan kehormatan besar memiliki kesempatan untuk bermain sebagai perwakilan Team K League. Terima kasih telah memilih saya," kata Penyerang K-League All Stars Stefan Mugoza.
Penyerang asal Montenegro tersebut menganggap kesempatan berlaga di Seoul memiliki arti emosional yang mendalam bagi kariernya.
"Saya bangga terpilih masuk Team K League untuk pertama kalinya. Korea adalah rumah kedua saya, dan saya setengah orang Korea dan warga Incheon. Dengan pemikiran itu, saya akan bermain dengan rasa tanggung jawab mewakili Incheon, para penggemarnya, K League, dan keluarga saya," ujar Stefan Mugoza.
Mugoza menilai kesempatan menghadapi jawara Liga Inggris merupakan sarana pembelajaran yang berharga bagi timnya.
"Saya percaya ini adalah kesempatan besar untuk belajar dari pelatih dan staf pelatih baru. Setelah berbicara dengan rekan tim saya, saya merasa kami diadu melawan tim yang kuat. Karena ini adalah seleksi pertama saya untuk Team K League, saya ingin belajar sebanyak mungkin," tutur Stefan Mugoza.
Ia menargetkan duel khusus di lini tengah menghadapi gelandang Manchester City asal Kroasia.
"Manchester City memiliki banyak pemain luar biasa. Saya berharap dapat menghadapi Mateo Kovacic, pemain Kroasia yang pernah dua kali saya lawan saat membela Montenegro," kata Stefan Mugoza.
Mugoza berharap rekan-rekan setimnya dapat memberikan suplai bola yang matang agar dirinya bisa mencetak gol ke gawang lawan.
"Saya belum pernah bermain dengan anggota Team K League sebelumnya. Saya menantikan untuk bermain bersama pemain-pemain berbakat. Ini akan menyenangkan.
Sebagai seorang striker, saya membutuhkan banyak umpan yang ditempatkan dengan baik. Saya menantikan hal itu dalam pertandingan hari ini," ujar Stefan Mugoza.
Setelah merampungkan pertandingan kontra K-League All Stars yang dapat disaksikan melalui layanan live streaming CITY+, Manchester City dijadwalkan menggelar sesi latihan terbuka pada Sabtu sebelum menutup Tur Asia 2026 melawan Atletico Madrid pada Minggu mendatang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow