Maldini mundur dari FIGC setelah gagal rekrut Pirlo

Smallest Font
Largest Font

Paolo Maldini mundur dari jabatan direktur teknik FIGC pada Senin 27 Juli 2026 setelah FIGC gagal merekrut Andrea Pirlo sebagai pelatih Timnas Italia, yang membuka peluang Roberto Mancini kembali. Menurut Detik Sport, keputusan itu turut diikuti pengunduran diri Leonardo Araujo dari posisi penasihat teknis.

Detik Sport melaporkan Giovanni Malago tidak merestui penunjukan Pirlo karena Pirlo menjadi duta perusahaan judi asal Rusia, Fonbet. Dalam konteks sepak bola di Italia, aktivitas judi di dunia olahraga dinilai ilegal.

Detik Sport menyebut Maldini dan Leonardo sebelumnya ditunjuk pada 11 Juli, dengan tugas menyusun struktur pengelolaan dan pembinaan. Maldini akan menunjuk pelatih baru dengan restu Malago serta mengawasi pembinaan sepak bola dalam negeri.

Detik Sport melaporkan setelah upaya merekrut gagal, termasuk Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, Maldini serta Leonardo memilih mundur. Detik Sport juga menyebut munculnya nama Antonio Conte, tetapi FIGC disebut belum menghubunginya.

Dengan cabutnya dua sosok itu, Mancini disebut naik sebagai kandidat kuat pelatih Timnas Italia. Detik Sport menulis kedekatan Mancini dengan Malago menjadi faktor yang memperkuat peluangnya.

Mancini bukan sosok baru di Gli Azzurri, setelah membawa Timnas Italia juara Piala Eropa 2020 dan mencatat rekor 37 laga tak terkalahkan, meski kini rekor tersebut disalip Spanyol. Detik Sport juga mencatat bersama Mancini, Gianluigi Donnarumma dan rekan gagal lolos ke Piala Dunia 2022.

Mancini mundur dari Italia karena perselisihan dengan presiden FIGC sebelumnya, Gabriele Gravina, dan kemudian merantau ke Timur Tengah. Detik Sport melaporkan ia melatih Timnas Arab Saudi, namun hasilnya tidak sesuai harapan.

Ezio Simonelli mengatakan mengetahui kabar pengunduran diri Maldini dari media, menurut Detik Sport.

"Kami mengetahui pengunduran diri Maldini dan Leonardo dari televisi," ujar Ezio Simonelli.

Simonelli menilai keputusan bertahan bagi Maldini dapat memberikan dampak positif untuk gerakan sepak bola Italia, menurut Detik Sport.

"Sungguh mengecewakan, karena menurut saya (penunjukan) Maldini adalah keputusan bagus, dia seseorang yang memiliki nilai dan saya akan mengapresiasinya, demi seluruh gerakan sepak bola Italia, jika ia bertahan," ujar Ezio Simonelli.

Giancarlo Abete menyoroti penunjukan pelatih baru bila dilakukan tanpa kehadiran direktur teknik, menurut Detik Sport.

"Jika ini adalah proyek Malago, dan dia berulang kali menunjuk aspek olahraga yang mengarah ke Paolo Maldini, logisnya memilih direktur teknik harus jadi isu yang utama," ujar Giancarlo Abete.

Detik Sport melanjutkan, Abete menilai isu direktur teknik harus diputuskan presiden, karena skema pelatih dulu bertentangan dengan proyek yang diajukan.

"Itu yang harus diputuskan presiden. Jika dia memilih pelatih dulu, maka itu menjadi antitesis dari proyek yang dia ajukan sendiri," ujar Giancarlo Abete.

Siapa pun pelatih terpilih, menurut Detik Sport, Timnas Italia menunggu empat laga krusial UEFA Nations League melawan Belgia, Turki (dua kali), dan Prancis mulai 25 September hingga 5 Oktober.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed