Leicester City Siap Dijual Usai Alami Krisis Keuangan Parah
Klub sepak bola Leicester City dilaporkan siap dijual oleh pemiliknya setelah mengalami krisis keuangan yang parah. Langkah ini diambil usai klub yang pernah menjuarai Liga Inggris tersebut terlempar hingga ke League One atau kompetisi kasta ketiga Inggris. Keluarga Srivaddhanaprabha selaku pemilik klub telah membuka tawaran resmi.
Seperti dikutip dari Detik Sport, penjualan klub ini ditawarkan melalui proposal bernama 'Project Lineup' dengan harga mulai dari 222 juta Pounds atau sekitar Rp 5,4 triliun. Nilai penjualan tersebut mencakup seluruh portofolio aset yang dimiliki klub. Paket penjualan sudah termasuk Stadion King Power, pusat pelatihan Seagrave, serta Belvoir Drive yang secara keseluruhan ditaksir bernilai 204 juta Pounds.
Keputusan untuk melepas kepemilikan ini diambil setelah Aiyawatt Srivaddhanaprabha tidak mampu lagi menahan dampak kerugian finansial yang terus membengkak. Sejak tahun 2021, catatan keuangan The Foxes terus merah tanpa henti.
Rincian kerugian klub dalam beberapa tahun terakhir mencatatkan angka yang sangat signifikan. Pada tahun-tahun sebelumnya, Leicester menanggung kerugian masing-masing sebesar 92,5 juta Pounds, 89,7 juta Pounds, dan 19,4 juta Pounds, sebelum akhirnya mencatatkan kerugian terbaru sebesar 71,1 juta Pounds. Kondisi finansial yang memburuk ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor internal dan eksternal. Beban gaji pemain yang terlampau tinggi, strategi transfer yang tidak efektif, penurunan pendapatan akibat pandemi, serta hilangnya pemasukan utama setelah terdegradasi menjadi penyebab utamanya.
Tekanan semakin berat ketika mereka berlaga di Divisi Championship musim 2025/26. Leicester dijatuhi sanksi pengurangan poin akibat pelanggaran aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR), yang berujung pada degradasi ke League One untuk musim 2026/27. Situasi ini menjadi titik balik pahit bagi klub yang pernah mencatatkan sejarah manis di jagat sepak bola dunia. Leicester City mengejutkan publik saat berhasil merengkuh trofi Premier League pada tahun 2016 di bawah kepemimpinan mendiang Vichai Srivaddhanaprabha.
Vichai, yang membeli Leicester pada 2010, wafat dalam tragedi kecelakaan helikopter di dekat Stadion King Power pada 2018. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh anak-anaknya, yang sempat mempersembahkan gelar Piala FA pada tahun 2021 sebelum akhirnya performa klub merosot tajam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow