LBMA Proyeksikan Harga Emas Capai 4500 Dolar AS per Troy Ounce

Smallest Font
Largest Font

Konsensus analis memproyeksikan harga emas dunia bergerak di kisaran US$ 4.500 per troy ounce pada akhir 2026, sebagaimana dilaporkan Investor Daily berdasarkan hasil survei London Bullion Market Association (LBMA) yang dirilis Kamis (13/8/2026).

Survei pertengahan tahun terhadap 16 analis profesional tersebut mencatat perkiraan harga tertinggi sebesar US$ 5.100 per troy ounce, mencerminkan potensi kenaikan 15 persen. Sementara itu, proyeksi terendah berada di level US$ 3.879 per troy ounce.

Ekspektasi pasar dinilai kian selaras dengan dinamika realitas sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini.

"Rata-rata harga emas selama (7 bulan pertama tahun 2026) adalah US$ 4.595,75, sekitar US$ 135 di bawah rata-rata (untuk keseluruhan tahun) yang diprediksi oleh 28 analis profesional yang disurvei LBMA pada bulan Januari," ungkap survei tersebut.

Pembaruan angka-angka indikatif tersebut turut memperjelas arah pergerakan komoditas logam mulia hingga akhir tahun.

"Tinjauan pertengahan tahun ini memberikan pembaruan terhadap angka-angka tersebut dan menunjukkan bahwa ekspektasi telah selaras dengan realitas selama tujuh bulan pertama," jelasnya.

Secara keseluruhan, rata-rata proyeksi harga emas sepanjang 2026 kini dipatok pada level US$ 4.604 per troy ounce, dengan perkiraan puncaknya di semester kedua berada pada rentang US$ 4.872 hingga US$ 5.800 per troy ounce.

Sejumlah isu krusial seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah, angka inflasi AS, serta arah kebijakan The Fed di bawah Kevin Warsh menjadi katalis utama penggerak pasar.

"Daftar faktor penggerak harga emas menurut para analis adalah isu geopolitik, khususnya di Timur Tengah, inflasi AS, arah kebijakan Federal Reserve, serta pembelian oleh bank sentral yang tidak mengalami perubahan signifikan sejak awal tahun, meskipun penekanannya telah bergeser dengan perhatian lebih besar tertuju pada The Fed di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh," tulis mereka.

Dari total responden, lima analis menyoroti Iran sebagai faktor utama, satu analis berfokus pada aksi beli bank sentral, dan sisanya mencermati kebijakan suku bunga AS. Proyeksi rata-rata harga emas tahun 2026 ini diperkirakan berada 38 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun 2025.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed