Laszlo Dioszegi Buka Suara Terkait Keuangan dan Isu Politik Sepsi OSK
Pemilik Sepsi Sfantu Gheorghe Laszlo Dioszegi mengonfirmasi bahwa kondisi finansial klubnya dalam keadaan stabil seusai laga imbang 0-0 melawan FCSB pada Selasa (11/8/2026). Penjelasan tersebut disampaikan untuk menepis spekulasi terkait masalah pendanaan tim di Liga 1 Romania.
Manajemen klub memastikan seluruh kewajiban pembayaran gaji pemain dan staf telah ditunaikan tepat waktu. Pihaknya juga menegaskan operasional klub tetap berjalan normal di tengah dinamika sponsor.
"Gaji kami dibayar tepat waktu, saya ingin menenangkan seluruh negeri agar tidak khawatir dengan pendanaan dari Budapest. Kami ada di sana, kami punya uang. Ketika kami memiliki masalah besar, saya sendiri yang akan mengatakannya secara jujur," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Manajemen mengakui penurunan alokasi dana berdampak pada pengelolaan akademi. Pengalihan anggaran dari tim utama terpaksa dilakukan guna menjaga keberlangsungan pusat pembinaan pemain muda tersebut.
"Sama seperti tim mana pun, kami membutuhkan investor. Saya tidak pernah menampik bahwa saya sendiri yang menopang tim di Liga 1. Kami masih memiliki sponsor dari jalur Hungaria, meski beberapa ada yang mundur. Cepat atau lambat mereka bisa kembali mendukung kami," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Diskusi finansial tersebut menyeret pembahasan mengenai hubungannya dengan tokoh politik Hungaria. Dioszegi membantah memiliki komunikasi khusus atau menerima instruksi dari figur politik mana pun.
"Media terkadang menyampaikan hal-hal yang tidak sepenuhnya benar," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Pertanyaan berlanjut mengenai potensi komunikasi dengan politisi lain di kawasan tersebut.
"Tidak, saya bahkan tidak mengenalnya. Saya juga tidak makan siang bersama Tuan Orban Viktor setiap hari. Saya pernah bertemu dengannya beberapa kali, tetapi dia tidak memberikan perintah," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Tekanan anggaran membuat manajemen harus membuat prioritas dalam pembagian kas klub.
"Kami menerima jauh lebih sedikit, kami harus mengambil dari tim utama untuk mempertahankan akademi. Tanpa akademi sebuah klub tidak bisa berfungsi, kita tahu betul hal itu," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Di samping masalah keuangan, Dioszegi merespons nyanyian saling balas antar pendukung di dalam stadion saat pertandingan berlangsung.
"Itu bukan pertandingan internasional. Kami juga berada di Romania, kami adalah klub Romania, kami menyumbangkan poin untuk Romania," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Sikap optimis tetap ditunjukkan pimpinan klub dalam menghadapi persaingan kompetisi musim ini.
"Saya ingin menenangkan pendukung tim lain yang akan sangat senang jika kami tidak lagi memiliki uang bulan depan. Tetaplah tenang, kami terus melangkah. Kami tidak memiliki anggaran raksasa, kerja keras lebih penting daripada uang. Saya bukan tipe orang yang bicara berbelit-belit," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Mengenai jalannya laga, Dioszegi mengapresiasi kerja keras para pemain di lapangan meski gagal mengamankan kemenangan.
"Saya puas dengan apa yang saya lihat, dedikasi para pemain. Kami memiliki 5-6 peluang, kami tidak berhasil mencetak gol. Hasil yang adil.
Kami bisa saja menang, begitu pula FCSB. Yang saya sukai adalah dedikasi para pemain dan seluruh negeri melihat bahwa pemain kami berjuang hingga menit ke-95," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Pihaknya enggan menyalahkan kegagalan mengamankan poin penuh kepada deretan pemain asing yang diturunkan.
"Kami juga ingin mencetak gol, tetapi itulah sepak bola. Terkadang Anda mencetak gol, terkadang Anda melewatkan beberapa peluang yang seharusnya tidak terbuang. Bagaimanapun kami bermain melawan FCSB, saya puas dan melihat tim mulai bermain," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Kontribusi para pemain luar negeri dinilai tetap memberikan dampak positif bagi performa keseluruhan.
"Jika kita mulai membicarakan pemain asing, saya tidak tahu berapa banyak pemain yang layak, tetapi mereka tetap memberikan nilai tambah. Ada beberapa yang membawa dampak positif. Mari bicara tentang Oberlin, Anda melihat apa yang dia lakukan, dan Mawa," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Pemain anyar dari Eropa Utara turut disorot terkait proses adaptasinya di dalam skuad.
"Kami mendatangkan pemain dari Norwegia, dengan mentalitas Norwegia. Kami tidak bisa mengatakan bahwa jika dia gagal memanfaatkan peluang, Birligea yang merupakan pemain Romania juga akan gagal. Kami tidak bisa menyalahkan pemain yang datang dari luar negeri," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
Terkait dugaan kasus medis pemain serta target akhir musim, manajemen menetapkan sasaran realistis di papan tengah klasemen.
"Saya sendiri jika minum Nurofen dianggap menggunakan doping dan tidak bisa mengemudi. Ada sangat banyak pemain yang melakukan kesalahan ini. Jika kami berhasil meraih posisi ke-11, saya sudah puas.
Kejutan bisa saja terjadi, kami memiliki tim yang berjuang, kami bisa saja meraih posisi ke-8 atau ke-9. Saya menandatangani dokumen saat ini juga jika ada yang mengonfirmasi bahwa kami akan finis di posisi ke-11," kata Laszlo Dioszegi, Pemilik Sepsi OSK.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow