Laba Maybank Indonesia Melonjak 21 Persen Menjadi Rp 697 Miliar

Smallest Font
Largest Font

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan pada paruh pertama tahun ini. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 21,18 persen secara tahunan (yoy) mencapai Rp 697,75 miliar pada semester I-2026. Seperti dilansir dari Investor Daily, efisiensi pengelolaan beban dana serta ekspansi portofolio pembiayaan menjadi penopang utama peningkatan kinerja perseroan.

Pendapatan bunga bersih (NII) Maybank Indonesia tercatat tumbuh 3,9 persen secara tahunan seiring dengan landainya beban bunga. Perkembangan positif ini mendorong margin bunga bersih (NIM) perseroan naik ke level 4,3 persen. Di samping itu, penurunan beban pencadangan sebesar 19 persen turut memperkuat perolehan laba sebelum pajak perusahaan.

Meskipun pendapatan nonbunga (NOII) terkoreksi 5,4 persen akibat dinamika lini Global Markets yang terdampak volatilitas pasar global, perseroan mampu mengimbanginya melalui pendapatan berbasis komisi. Layanan perbankan ritel melonjak 54,3 persen, pendapatan dari wealth management tumbuh 39 persen, dan pembiayaan otomotif naik 27,5 persen. Hasilnya, gross operating income (GOI) naik 1,9 persen menjadi Rp 4,64 triliun.

Pengelolaan beban operasional yang terkendali dengan kenaikan tipis 0,8 persen membuat laba operasional sebelum pencadangan terangkat 4,7 persen menjadi Rp 1,29 triliun. Kualitas aset bank juga menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio non-performing loan (NPL) gross turun dari 2,4 persen pada Juni 2025 menjadi 2,1 persen per Juni 2026, sementara NPL net membaik dari 1,5 persen menjadi 1,3 persen.

Dari sisi penyaluran dana, total kredit Maybank Indonesia hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp 126,28 triliun atau tumbuh 3,8 persen (yoy). Portofolio kredit Community Financial Services (CFS) mendominasi dengan nilai Rp 71,30 triliun, disokong segmen SME+ yang tumbuh 14,4 persen serta kredit kartu kredit dan KTA yang naik 11,2 persen. Sementara itu, pembiayaan segmen Global Banking (GB) naik 5 persen menjadi Rp 54,98 triliun berkat dorongan segmen Business Banking sebesar 24,3 persen dan Large Local Corporates sebesar 18 persen. Pertumbuhan ini mengerek total aset perseroan naik 15,6 persen menjadi Rp 213,81 triliun.

Struktur pendanaan Maybank Indonesia semakin solid melalui peningkatan dana murah. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) naik 8,2 persen menjadi Rp 124,10 triliun, didorong pertumbuhan current account saving account (CASA) sebesar 22,4 persen. Pertumbuhan giros tercatat 32,1 persen dan tabungan 4,8 persen, sedangkan deposito berjangka sengaja dipangkas 10,1 persen untuk optimalisasi beban. Kebijakan ini sukses menaikkan rasio CASA dari 56,2 persen pada tahun lalu menjadi 63,6 persen.

Ketahanan finansial perseroan ditopang oleh permodalan dan likuiditas yang kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 24,3 persen dan rasio CET1 berada pada posisi 23,2 persen. Indikator likuiditas juga terpantau aman dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) 86,6 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 138,2 persen, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) 110,7 persen.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menegaskan keberhasilan pencapaian ini membuktikan ketangguhan bisnis perbankan di tengah tren suku bunga tinggi. "Kinerja ini mencerminkan kekuatan bisnis inti perbankan kami serta pelaksanaan prioritas strategis secara disiplin di tengah kenaikan suku bunga dan ketidakpastian global yang masih membayangi pasar domestik. Ke depan, kami akan terus mengembangkan portofolio pembiayaan di segmen korporasi dan UKM sejalan dengan strategi ROAR30, dengan tetap menerapkan manajemen risiko yang prudent serta menjaga kualitas aset yang sehat," kata Steffano.

Pandangan senada disampaikan Presiden Komisaris Maybank Indonesia Dato' Sri Khairussaleh Ramli mengenai kesiapan perseroan memanfaatkan peluang ekonomi nasional. "Maybank Indonesia berada pada posisi yang semakin kuat untuk menangkap peluang pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta penerapan manajemen risiko dan pengelolaan kualitas aset yang prudent. Berpijak pada strategi ROAR30 dan integrasi entitas jasa keuangan Maybank di Indonesia, Maybank Indonesia siap menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi bagi nasabah serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Dato' Sri Khairussaleh Ramli.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed