Laba Bersih Adira Finance Melonjak 37 Persen Tembus Rp 1,12 Triliun
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance membukukan kenaikan laba bersih hingga 37,28 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari Investor Daily, perseroan berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 1,12 triliun.
Lonjakan kinerja keuangan ini ditopang oleh perluasan skala bisnis seusai aksi merger dengan Mandala Finance. Selain itu, pemulihan tren penjualan kendaraan di pasar ritel turut mendorong capaian positif tersebut.
Secara kuartalan, pertumbuhan perolehan laba Adira Finance memperlihatkan akselerasi yang signifikan. Pada kuartal II-2026, laba bersih yang dihimpun mencapai Rp 639,72 miliar atau melesat 47,78 persen secara yoy. Realisasi ini melampaui capaian kuartal I-2026 yang tumbuh 25,50 persen dengan nilai Rp 484,13 miliar.
Peningkatan laba bersih berjalan seiring dengan total pendapatan perseroan yang terkerek 9 persen secara tahunan menjadi Rp 6,5 triliun. Pertumbuhan omzet tersebut didukung oleh peningkatan rata-rata aset yang berada dalam pengelolaan perusahaan. Piutang pembiayaan yang dikelola Adira Finance tercatat tumbuh 7 persen yoy hingga menyentuh angka Rp 64,9 triliun.
Kinerja sektor pembiayaan terakselerasi oleh momentum pemulihan industri otomotif nasional sepanjang paruh pertama 2026. Penjualan ritel sepeda motor baru tercatat naik 10 persen menjadi 3,3 juta unit. Sementara itu, penjualan ritel mobil baru mengalami kenaikan 11 persen hingga mencapai 434 ribu unit.
Kualitas aset ADMF tetap terjaga kokoh di tengah ekspansi penyaluran pembiayaan. Kondisi ini tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) yang bertahan di level rendah, yakni 0,05 persen.
Rendahnya tingkat NPF tersebut berhasil menekan alokasi beban penyisihan kerugian penurunan nilai sebesar 13 persen menjadi Rp 1,16 triliun. Di sisi lain, penurunan beban pendanaan sebesar 6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu turut memperkuat margin profitabilitas perseroan.
Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menegaskan komitmen perseroan dalam menjaga kualitas pembiayaan di tengah upaya ekspansi bisnis.
"Perusahaan akan tetap mengutamakan kualitas pembiayaan, menerapkan pengelolaan risiko yang prudent, serta mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat," kata Dewa Made Susila.
Direktur Keuangan Adira Finance, Sylvanus Gani Mendrofa, menambahkan bahwa efisiensi operasional menjadi kunci utama penopang laba.
"Ke depan, perusahaan akan terus menjaga kualitas aset dan mengoptimalkan komposisi sumber pendanaan di tengah tren kenaikan suku bunga, dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas dan efisiensi biaya guna mempertahankan profitabilitas," ujar Sylvanus Gani Mendrofa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow