La Pobla de Segur Bentuk Karakter Tangguh Carles Puyol

Smallest Font
Largest Font

Mantan kapten FC Barcelona, Carles Puyol, dilaporkan tetap menjaga ikatan kuat dengan tanah kelahirannya di La Pobla de Segur, sebuah kota di Pirineo de Lleida, Spanyol, yang membentuk karakter ketangguhannya di lapangan hijau.

Dilansir dari media metropoliabierta.elespanol.com dan noticiasdelvino.com, wilayah comarca Pallars Jussà ini memadukan keindahan alam pegunungan, warisan arsitektur romanik, serta tradisi budaya yang kaya. Kota ini menjadi lokasi penting tempat sang mantan bek tengah menempa ketahanan fisik dan nilai-nilai moral masa kecilnya di dekat aliran sungai Noguera Pallaresa dan Flamisell.

Selain memiliki keindahan alam seperti tebing Congost de Collegats, kota ini terkenal dengan tradisi raiers atau transportasi kayu sungai kuno yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Kawasan pariwisata ini juga menawarkan wisata sejarah melalui bangunan modernis Casa Mauri, pabrik Licores Portet yang berusia 140 tahun, serta transportasi ikonik Tren de los Lagos.

Nilai kerja keras di lingkungan tersebut diakui Puyol berakar dari didikan sang ayah, Josep, saat dirinya pertama kali bergabung dengan akademi Barcelona.

"Mi padre fue una persona muy importante para mí" kenang Puyol dalam wawancaranya bersama surat kabar Ara yang dilansir elespanol.com.

Josep yang berasal dari keluarga tangguh di pegunungan selalu menekankan pentingnya komitmen total dalam memanfaatkan peluang karier.

"Yo no sé si sirves o no para jugar al fútbol, pero lo único que te puedo aconsejar, porque de fútbol no entiendo, es que lo des todo hasta el último día" ujar Josep seperti ditirukan Puyol.

Pesan tegas tersebut menjadi kontrak moral bagi Puyol bahwa kegagalan karena kekurangan bakat bisa diterima, namun kegagalan akibat kurangnya usaha sama sekali tidak memiliki tempat di keluarganya.

"Si luego vuelves a casa porque no sirves, aquí tienes las puertas abiertas. Pero si vuelves porque no lo has dado todo, mejor no vengas aquí y busca otro sitio" tambah Josep saat itu.

Prinsip dedikasi tanpa henti itu terus dipegang teguh oleh sang kapten legendaris hingga dirinya berhasil meraih berbagai trofi bergengsi, termasuk gelar juara Piala Dunia dan Liga Champions.

"Seguí su último consejo hasta el final. Estuve 10 años en el Barcelona que cuando daban fiesta al equipo, yo iba a entrenarme solo. Yo era feliz. Intentaba mejorar, tenía un objetivo, no quería perderlo y no quería desviarme" kata Puyol.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow