Krisis Kelistrikan di Indonesia: Solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Krisis kelistrikan yang melanda berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan pemadaman bergilir. Situasi ini mengakibatkan risiko kerugian ekonomi bagi warga yang bergantung pada tenaga listrik untuk mata pencaharian mereka.
Dr. Ir. Arman Hakim Nasution, M.
Eng, Ketua Pusat Studi Pengembangan Industri dan Kebijakan Publik di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menekankan pentingnya mendukung pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap skala rumah tangga. Menurutnya, biaya pembangkitan listrik dari PLTS atap sekitar Rp1.100 per kilowatt hour (kWh), lebih rendah dibandingkan tarif listrik konvensional yang mencapai Rp1.400 per kWh.
"Partisipasi publik seperti PLTS atap ini perlu didukung penuh dan tidak dipersulit regulasinya," kata Arman, dikutip dari laman kampus, pada 14 Juli 2026.
PLTS atap rumah juga merupakan contoh penerapan konsep prosumer, di mana masyarakat berfungsi sebagai produsen sekaligus konsumen energi. Dengan menerapkan konsep ini, ketahanan pasokan listrik dapat meningkat dan mengurangi ketergantungan terhadap sistem kelistrikan terpusat, sehingga pemadaman listrik massal tidak berdampak besar bagi masyarakat dan sektor usaha.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow