Konflik Geopolitik Naikkan Margin Pengolahan BBM ke Rekor Tertinggi
Margin keuntungan pengolahan bahan bakar minyak melonjak ke tingkat tertinggi sepanjang sejarah pada akhir Juli 2026 akibat eskalasi konflik geopolitik Amerika Serikat-Iran serta serangan terhadap sejumlah kilang di Timur Tengah dan Rusia.
Gangguan kapasitas pengolahan tersebut memperketat pasokan bensin, solar, dan avtur global. Kondisi ini menaikkan biaya energi dan menekan daya beli masyarakat di berbagai negara meski harga minyak mentah mulai turun.
Sektor pengolahan Eropa mencatat rekor premi gasoil rendah sulfur terhadap minyak mentah sebesar 74,66 dollar AS per barel pada Kamis, 31 Juli 2026, menurut data LSEG. Sementara itu, margin pengolahan solar di Amerika Serikat sempat menyentuh rekor 93,44 dollar AS per barel.
Gangguan fasilitas pengolahan terjadi setelah kilang Jizan di Arab Saudi berhenti beroperasi akibat serangan Houthi pada 27 Juli 2026, yang disusul pemadaman listrik di kilang Al-Zour Kuwait dan serangan nirawak Ukraina ke kilang Lukoil di Rusia.
Guncangan pasokan tersebut memicu lonjakan laba bersih kuartal II-2026 bagi perusahaan migas besar. Exxon Mobil membukukan 14,53 miliar dollar AS atau naik 105 persen secara tahunan, sedangkan Chevron meraup 12,07 miliar dollar AS yang melonjak 385 persen.
Pengamat dari Global Witness menilai produsen minyak menjadi pihak yang paling diuntungkan dari gejolak ini, sehingga mendorong usulan anggota Partai Demokrat di Kongres Amerika Serikat untuk mengenakan pajak atas keuntungan tak terduga perusahaan minyak.
"Keuntungan luar biasa tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan biaya hidup," kata Sheldon Whitehouse, Senator Amerika Serikat.
Pergeseran fokus pasar kini berpusat pada kendala kapasitas pengilangan global di samping ketersediaan minyak mentah.
"Pasar memberikan sinyal bahwa kapasitas pengilangan kini menjadi persoalan yang sama pentingnya, bahkan mungkin lebih besar, dibandingkan kelangkaan minyak mentah," kata Jeffrey Baird, Pendiri Merritt Point Partners.
Di sisi lain, produsen kilang terbesar kedua di Amerika Serikat, Valero Energy, menilai industri pengolahan minyak saat ini telah memasuki fase baru dengan margin keuntungan yang secara struktural lebih tinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow