Komedian Temon Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung di Jakarta
Komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang akrab disapa Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7/2026) pagi setelah mengalami serangan jantung mendadak. Kabar duka mengenai kepergian sang komedian senior tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga.
Jenazah Temon saat ini disemayamkan di Gedung Serba Guna GPIB Effatha, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir dari Detik Hot. Pihak keluarga merencanakan prosesi pemakaman almarhum akan berlangsung pada Senin (13/7/2026) di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Istri Temon, Mae, menjelaskan bahwa suaminya sempat mengeluhkan rasa sakit pada Minggu pagi sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Mae menyebut suaminya merupakan sosok yang sangat jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada keluarga.
"Karena dia enggak pernah ngeluh. Jadi kalau buat saya, dia ngeluh sakit itu sesuatu yang udah dia enggak bisa tahan. Jadi pas dia pengen ini, saya billing, 'Ayo kita ke rumah sakit'," kata Mae saat ditemui di GPIB Effatha, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026).
Setibanya di fasilitas kesehatan, tim medis segera membawa Temon untuk mendapatkan penanganan darurat. Menurut penjelasan Mae, dokter langsung melakukan tindakan berupa rekam jantung guna memeriksa keluhan sang komedian.
"Langsung saya daftar, kebetulan sama anaknya karena anaknya yang pertama juga ikut. Dibawa, langsung ada tindakan rekam jantung," ujarnya.
Hasil dari pemeriksaan awal medis tersebut memperlihatkan adanya gangguan fatal pada organ jantung almarhum. Dokter yang menangani menyatakan bahwa terjadi penyumbatan arus darah.
"Dokter bilang, 'Cuma ini ada penyumbatan, Bu, di jantung. Kalau dalam hal ini, istilahnya kayak serangan jantung lah'," ungkapnya.
Mae kemudian meminta pihak rumah sakit memberikan pertolongan maksimal untuk menyelamatkan nyawa suaminya. Saat tindakan pertama dilakukan, Temon dilaporkan masih berada dalam kondisi sadar penuh.
"Terus saya minta tolong, 'Dok, gimana ini?' Ya udah dilakukan tindakan pertama. Dikasih penahan sakit, dikasih obat dua macam. Terus diambil darah untuk di lab, terus dirontgen," tuturnya.
Temon selanjutnya dipindahkan kembali ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah melewati serangkaian tes. Dokter memberikan obat tambahan di bawah lidah, namun tindakan tersebut tidak memberikan perkembangan positif.
"Balik lagi ke ruang IGD, dikasih obat yang ditaruh di bawah lidah untuk jantung. Ditanya ada perubahan enggak, enggak ada perubahan. Dikasih satu lagi, dia minta izin ke dokternya dikasih dua kali enggak apa-apa," kata Mae.
Kondisi fisik Temon setelah itu terpantau semakin menurun secara drastis di ruang perawatan. Mae mengingat suaminya mulai terlihat sangat mengantuk meski masih menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Uedah dikasih kedua, masih sadar, tapi dia udah mulai ngantuk, nguap-nguap. Dari perjalanan rumah sakit sampai sekarang sedikit ada perubahan, tapi masih kerasa sakit," ucapnya.
Situasi kemudian berubah menjadi kritis dalam waktu singkat ketika Temon tiba-tiba mengalami kesulitan bernapas. Sang komedian mengembuskan napas terakhirnya tepat setelah menarik napas panjang.
"Dia kenceng gitulah narik napas, karena dia juga ditarik ternyata diambil (mengembuskan napas terakhir)," katanya.
Mae yang panik langsung memanggil tim dokter untuk memeriksa kembali kondisi suaminya yang sudah tidak merespons. Tim medis segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) sebagai upaya penyelamatan terakhir.
"Di situ saya enggak tahu ya, pas keadaan sekarang saya pikir ternyata memang di situ dia udah diambil (berpulang). Jadi saya teriak, 'Dok, tolongin suami saya, ini kenapa?'" ujarnya.
Upaya pompa jantung yang dilakukan oleh tim medis di dalam ruangan tersebut tetap tidak membuahkan hasil. Mae kemudian diminta menunggu di luar ruangan hingga dokter menyampaikan kabar duka secara resmi.
"Dilakuin semua tindakan kan, dadanya ditekan-tekan (RJP) agak lama. Terus saya disuruh keluar nunggu. Enggak ada hasilnya. Jadi memang dari pas awalnya memang udah enggak ada sebetulnya," lanjut Mae.
Pihak rumah sakit mencatat seluruh rangkaian tindakan darurat penyelamatan nyawa tersebut berakhir pada pukul 08.22 WIB. Tim dokter menyatakan Temon resmi meninggal dunia pada pukul 08.37 WIB.
Mae mengungkapkan bahwa suaminya tidak memiliki riwayat atau rekam medis terkait penyakit jantung sebelumnya. Selama hidupnya, almarhum hanya diketahui memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.
"Untuk jantung, baru pagi ini dia billing sakit. Sebelumnya enggak ada riwayat jantung. Dia punyanya darah tinggi. Makanya saya enggak pernah nyangka kalau almarhum suami saya itu ada serangan jantung," jelas Mae.
Kepergian yang mendadak ini menyisakan kesedihan mendalam bagi pihak keluarga besar yang ditinggalkan. Mae mengaku sangat terpukul karena suaminya berpulang tanpa sempat menyampaikan pesan-pesan terakhir.
"Enggak ada omongan apa-apa. Itu yang bikin saya agak sedih," pungkas Mae.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow