Kreator Konten TikTok Vilmei Laporkan Karyawan Diduga Tilap Uang Rp 3 Miliar di Bekasi

Smallest Font
Largest Font

Kreator konten TikTok, Vilmei, melaporkan karyawan berinisial Z ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan penilapan uang mencapai lebih dari Rp 3 miliar yang diduga dilakukan di Bekasi. Kasus ini bermula ketika Vilmei menemukan Rp 1,2 miliar lebih uangnya hilang dan makin membengkak setelah pelaporan.

Menurut dilansir dari Detik Hot, kerugian yang dialami Vilmei tidak hanya pada uang yang ditilap, tetapi juga berdampak pada bisnis parfum miliknya yang mengalami kerugian ratusan juta rupiah akibat manipulasi harga oleh terduga pelaku dan pacarnya.

Vilmei mengaku sangat terpukul dan mengalami trauma akibat peristiwa ini. "Trauma banget, trust issue banget jadinya. Parah," ujar Vilmei saat ditemui di Polres Metro Bekasi Kota, Rabu (27/8/2026) malam.

Dalam sebuah video yang diunggah Vilmei, terduga pelaku Z mengaku dipaksa dan diperas oleh pacarnya yang berinisial A. Namun, Z menyebut dirinya kemudian dibuang oleh pacarnya setelah aksi mereka terbongkar.

Vilmei juga menunjukkan pertemuannya dengan pacar terduga pelaku melalui akun TikTok pribadinya. Ia menyebut usia terduga pelaku sekitar 19-22 tahun.

Ketika menceritakan dugaan kerusakan bisnis parfum akibat aksi terduga pelaku dan pacarnya, Vilmei tak mampu menahan amarah. Ia menyebut harga parfum yang dijual tiba-tiba dipatok hanya Rp 6 ribu, menyebabkan kerugian besar.

"Dan ternyata, bisnis parfum aku yang kemarin sempat rugi ratusan juta, yang harga tiba-tiba jadi Rp 6 ribu, itu gara-gara apa? Lo ngomong!" ucap Vilmei di depan karyawan lainnya dan meminta penjelasan dari pacar terduga pelaku.

Pacar terduga pelaku mengakui, "Diedit harganya sama Z jadi Rp 6 ribu," yang memicu kemarahan karyawan Vilmei yang lain karena mereka harus bekerja keras mengurus resi penjualan parfum tersebut hingga larut malam.

Vilmei menangis saat mengungkap keadaan tersebut. Ia bercerita saat harga parfum berubah menjadi Rp 6 ribu, dirinya sedang berada di Korea Selatan dan hanya bisa merasa lemas dan sedih.

"Kita rugi ratusan juta. Gini lo, dia misalnya ganti harga Rp 6 ribu, mungkin otak dia cuma buat, ya udah nanti pas dia live ada yang beli. Cuma tahu gak di TikTok itu ada campaign, kita daftarin campaign-nya, kita set ke harga paling murah dan sampai sekarang juga masih kayak gitu.

Sampai sekarang keranjang gue itu sudah gak bisa gue daftarin campaign lagi. Keranjang gue tuh hilang," cerita Vilmei sambil menangis.

"Gara-gara harganya rusak jadi Rp 6 ribu. Gue bikin itu bertahun-tahun, lo tahu gak? Terus itu rusak yang beli ribuan orang, bocor dari keranjang video gue harga Rp 6 ribu. Lo tahu rugi gue berapa banyak?" tambahnya.

Vilmei menegaskan bahwa semua kerja kerasnya hancur akibat dugaan penipuan oleh karyawan yang kini sudah ditahan di kantor polisi.

"2 minggu gue urus itu, gue gak tenang, gue jualan perbaikin toko gue," ungkap Vilmei.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed