Khofifah Restui Emil Dardak Maju Ketua Demokrat Jatim

Smallest Font
Largest Font

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Musyawarah Daerah ke-7 Partai Demokrat Jawa Timur di Novotel Samator, Surabaya, dan mendoakan Emil Elestianto Dardak menjadi pemimpin di Jawa Timur. Emil ditetapkan sebagai calon tunggal ketua DPD Demokrat Jatim.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Demokrat yang dinilai konsisten melayani masyarakat dari tingkat akar rumput hingga pemerintahan. Ia juga menyinggung proses politik bersama Emil selama dua kali pemilihan gubernur Jawa Timur yang mengantarkannya menjadi gubernur sejak 2019.

"Ini sudah pada tahun ketujuh. Saya bisa merasakan bagaimana suasana kesejukan dengan penuh produktivitas yang bisa kita bangun bersama. Bagaimana sesungguhnya bottom-up participation itu tetap dilakukan dengan sangat baik," kata Khofifah.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah menilai kerja Demokrat tidak hanya berjalan dalam ranah politik, tetapi juga melalui kekuatan kultural partai di Jawa Timur. Ia menyebut Demokrat membersamai prosesnya ketika berpasangan dengan Emil.

"Oleh karena itu, proses demokrasi yang sudah berjalan luar biasa ini, sekaligus saya menjadi bagian yang mendapatkan support dari Partai Demokrat. Dua kali kami berproses, saya dan Pak Emil. Dan kepada semuanya, kami berproses tanpa mahar. Tanpa mahar," beber Khofifah.

Khofifah meminta seluruh kader Demokrat Jatim bersama-sama menguatkan Emil untuk memimpin pada waktunya. Ia menyebut istilah "komandan nomor satu" untuk Emil namun tidak merinci jabatan yang dimaksud.

"Saya rasa kita bersama-sama untuk bisa menyengkuyung, menguatkan, dan mengantarkan Pak Emil Elestianto Dardak pada saatnya dari Musda ke-7, tujuh ini pitulungan. Allah menurunkan pertolongan untuk bisa menjadi komandan nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini," pinta Khofifah.

Musda VII Demokrat Jatim menetapkan Emil sebagai calon tunggal ketua DPD Demokrat Jatim. Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan Emil menjadi satu-satunya kandidat yang diusung pemilik suara dalam Musda.

"Musyawarah Daerah ini perlu saya sampaikan calonnya calon tunggal. Hanya ada Mas Emil yang diusung oleh para pemilik suara," kata Herman.

Herman menyebut Emil memperoleh dukungan dari pemilik suara pada tingkat Dewan Pimpinan Cabang dan organisasi otonom. Ia menilai kondisi calon tunggal berpotensi membuat pelaksanaan Musda berlangsung lebih cepat.

"Jadi saya kira mungkin ini akan lebih cepat pelaksanaan Musda karena hanya satu kandidat, dan tentu setelah itu barulah kita berpikir ke depan," ungkap Herman.

Terkait kemungkinan Demokrat mengusung Emil pada Pilgub 2031, Herman menyatakan partainya belum membahas strategi. Ia menekankan fokus saat ini pada agenda Musda dan keberlanjutan program pemerintahan Khofifah-Emil.

"Pilgub itu nanti 2031 menurut saya masih jauh. Namun saya kira yang terpenting sekarang adalah sukses dulu. Pasangan Ibu Khofifah dan Mas Emil ini sukses dulu untuk bisa menjalankan program-programnya, meningkatkan kesejahteraan rakyat Jawa Timur, dan masyarakat merasakan terhadap pembangunan yang dilakukan oleh Ibu Khofifah dan Mas Emil," ujarnya.

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet, KH Asep Saifuddin Chalim, yang turut hadir di lokasi, mendoakan Emil meneruskan Khofifah sebagai pemimpin Jawa Timur. Ia menyatakan dukungan untuk Emil menjadi Gubernur Jatim.

"Saya tidak ragu lagi mendoakan dan saya akan menjadi barisan utama mendukung Pak Emil menjadi Gubernur Jawa Timur meneruskan Bu Khofifah," kata Kiai Asep.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed