Khalifa Al-Omairi Raih Medali Perunggu Kejuaraan Dunia Anggar di Hong Kong
Khalifa Al-Omairi mencetak sejarah sebagai atlet Saudi pertama yang mendapatkan medali di Kejuaraan Dunia Anggar dengan meraih perunggu dalam nomor epee putra senior di Hong Kong. Al-Omairi menaklukkan sejumlah pesaing top dunia dalam kompetisi tersebut, termasuk kemenangan penting di perempat final melawan Koki Kano dari Jepang, juara Olimpiade Paris 2024. Perjalanan Al-Omairi berakhir di semifinal setelah kalah dari Lucas Malcotti asal Swiss, yang membuatnya mengamankan medali perunggu.
Prestasi ini menegaskan posisi Al-Omairi sebagai salah satu atlet anggar terkemuka Saudi Arabia, menambah koleksi medali kejuaraan dunia serta pencapaian internasional lainnya.
Selain itu, Burj Khalifa di Dubai dengan tinggi 828 meter dirancang untuk bertahan setidaknya selama satu abad dengan perawatan rutin, namun jika manusia tiba-tiba menghilang, bangunan ini akan mulai mengalami kerusakan akibat faktor lingkungan dan material. Dalam 10 hingga 30 tahun pertama tanpa perawatan, dinding aluminium dan kaca akan mengalami kerusakan, yang menyebabkan air masuk dan merusak sambungan baja, serta mengakibatkan panel-panel bisa lepas saat angin kencang.
Proses korosi akan memperlambat kekuatan struktur utama, khususnya pada fondasi yang terdiri dari beton bertulang dan tiang pancang yang menembus lapisan batu dan tanah lemah. Diperkirakan, kerusakan yang terlihat akan muncul antara 100 hingga 200 tahun setelah manusia hilang, termasuk retak dan beton yang terkelupas, yang melemahkan kolom-kolom di bagian bawah dan tengah gedung.
Faktor iklim kering dan kualitas konstruksi tinggi akan memperlambat proses ini, tetapi kerusakan progresif pada struktur dan fondasi tetap akan menyebabkan runtuhnya Burj Khalifa dalam rentang 300 hingga 800 tahun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow