Kepastian Kuota RKAB 2026 Kunci Pulihkan Sektor Tambang
Penulis : Prisma Ardianto 6 Aug 2026 | 19:27 WIB
Ilustrasi nikel matte. (Dok. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA))
JAKARTA, investor.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kepastian kuota produksi melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 menjadi faktor penting untuk memulihkan kinerja sektor pertambangan. Kepastian kebijakan dinilai akan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kembali produksi yang sempat tertekan.
Wakil Ketua Umum Bidang Keanggotaan Kadin Indonesia, Widiyanto Saputro, mengatakan dunia usaha masih optimistis prospek sektor pertambangan dapat membaik apabila pemerintah segera memberikan kepastian terkait RKAB.
“Kami melihatnya optimistis. Artinya, ini tinggal masalah kebijakan,” ujar Widiyanto ketika ditemui di sela-sela Grand Seminar Mining Nation Revolution di Jakarta, seperti dikutip dari antara pada Kamis (6/8/2026).
Widiyanto mengatakan kepastian RKAB menjadi salah satu isu utama yang terus didorong Kadin dalam berbagai forum, termasuk melalui Strategic Response Meeting (RSM). Menurut dia, kepastian kebijakan tersebut menjadi aspirasi yang banyak disampaikan pelaku usaha pertambangan.
Berdasarkan catatan Kadin, rencana pemangkasan produksi nikel dalam RKAB 2026 berpotensi mengurangi ekspor produk turunan nikel sebesar 3,5 juta hingga 5 juta ton. Untuk itu, Kadin telah berdiskusi dengan pemerintah sekaligus menyampaikan berbagai masukan yang dihimpun dari pelaku usaha guna mendorong kepastian RKAB.
“Ini menjadi masukan kepada pemerintah. Kami cukup banyak forum dan ruang-ruang diskusi yang bisa kami lakukan untuk menyampaikan itu,” kata Widiyanto.
Dorongan Kadin tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan sektor pertambangan menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi pada triwulan II-2026.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud pada Rabu, mengatakan sektor pertambangan terkontraksi sebesar 1,64% secara tahunan (year on year/yoy), sementara seluruh lapangan usaha lainnya masih mencatatkan pertumbuhan positif.
“Seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan,” ujar Edy.
Menurut Edy, kontraksi tersebut dipicu penurunan produksi di sejumlah subsektor. Pertambangan bijih logam tercatat terkontraksi 9,42% (yoy) akibat berkurangnya produksi bijih bauksit, bijih timah, dan bijih nikel. Selain itu, aktivitas tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Provinsi Papua Tengah juga belum pulih sepenuhnya setelah insiden longsor atau aliran lumpur pada September 2025.
BPS juga mencatat subsektor pertambangan batu bara dan lignit mengalami kontraksi sebesar 1,41% (yoy). Kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan penataan kuota produksi melalui RKAB Pertambangan 2026.
“Pertambangan batu bara dan lignit juga terkontraksi sebesar 1,41% disebabkan oleh penataan kuota produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB tahun 2026, sebagai upaya menjaga keseimbangan pasokan dan mendorong perbaikan price batu bara di pasar internasional,” jelas Edy.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menegaskan tidak ada tambahan kuota produksi nikel, kecuali untuk memenuhi kebutuhan smelter yang masih mengalami kekurangan pasokan bahan baku.
Sementara tambahan kuota produksi batu bara hanya diberikan untuk memenuhi kebutuhan operasional pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Harga Batu Bara Rontok, Ini Biang Keroknya
Sinyal Pemulihan Industri Mulai Terlihat
Harga Batu Bara Ambles, Produksi India Melonjak 7,5%
Prabowo: Negara Maju jika Elite Bersatu, Gagal Bila Terus Ribut
Pimpinan Kadin se-Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Merapat ke Istana, Ada Apa?
Business 1 menit yang lalu Kadin: Kepastian RKAB 2026 Kunci Pemulihan Sektor Pertambangan Kadin menilai kepastian RKAB 2026 dapat memulihkan sektor pertambangan yang sempat terkontraksi pada triwulan II-2026.
Business 16 menit yang lalu HGBT Harus Tepat Sasaran, Bukan Sekadar Tekan Biaya Industri Pengamat menilai HGBT perlu difokuskan pada industri yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Business 30 menit yang lalu Pertamina Dorong Pemanfaatan Energi Bersih di Kalangan Petani PT Pertamina Patra Niaga memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis energi bersih melalui program Desa Energi Berdikari Uma Palak Lestari.
Macroeconomy 38 menit yang lalu Banggar DPR Minta Pemerintah Waspadai Perlambatan Industri Padat Karya Banggar DPR minta pemerintah mewaspadai perlambatan industri padat karya, seperti manufaktur dan pertanian yang menjadi penopang utama PDB.
Business 51 menit yang lalu GoPay Merchant Dorong Digitalisasi UMKM GoPay Merchant, bagian dari grup GoTo, menghadirkan PESTA (Peluang Ekonomi Semakin Terbuka) 17AN.
Tag Terpopuler
Terpopuler
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026, Cek Update-nya Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Kamis 6 Agustus 2026
Harga Emas Antam (ANTM), UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian, Rabu 5 Agustus 2026
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow