Kemenkeu Beberkan Profil Investor yang Cocok Membeli SBN Ritel
Kementerian Keuangan mengungkapkan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ritel sangat fleksibel dan cocok bagi investor pemula maupun berpengalaman yang mencari investasi berisiko rendah dengan imbal hasil rutin.
Dikutip dari Kompas.com pada Senin (10/8/2026), instrumen ini dapat diakses oleh investor individu Warga Negara Indonesia (WNI) mulai dari modal Rp1 juta melalui pemesanan daring mitra distribusi resmi.
Pemerintah mencatat insentif pajak SBN ritel hanya mengenakan PPh final sebesar 10 persen, jauh lebih rendah dibanding PPh deposito sebesar 20 persen. Pembayaran pokok dan imbal hasil SBN dijamin penuh oleh negara.
SBN ritel terbukti menarik basis investor yang luas, mulai dari pegawai swasta, PNS, TNI, Polri, wiraswasta, hingga mahasiswa dan ibu rumah tangga. Sepanjang 2025, penerbitan delapan seri SBN ritel senilai Rp153 triliun berhasil menjangkau 429.164 investor.
Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk membedakan antara risiko gagal bayar dan risiko perubahan harga pasar pada instrumen seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel (SR) jika diperjualbelikan sebelum jatuh tempo.
Sebagai gambaran instrumen syariah, penerbitan SR024 pada 2026 yang menawarkan kupon tetap 5,55 persen untuk tenor 3 tahun dan 5,90 persen untuk tenor 5 tahun berhasil menghimpun dana sebesar Rp17,49 triliun dari 62.231 investor.
Pemerintah dijadwalkan bakal membuka masa penawaran Sukuk Ritel seri SR025 pada 21 Agustus hingga 16 September 2026, yang menjadi bagian dari delapan seri SBN ritel yang direncanakan terbit sepanjang 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow