Kemendikdasmen Terapkan Kurikulum STEAMS Tiga Lapisan di SNT

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mengusung struktur kurikulum yang berbeda dari sekolah reguler. Sekolah ini menerapkan kurikulum nasional berbasis pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Sport), digitalisasi pembelajaran, serta pengayaan tingkat global, dilansir dari Detikcom.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum SNT dilakukan oleh tim tingkat pusat melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM). Dasar hukum penyelenggaraannya merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 20 Tahun 2026 tentang Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).

"Karena itu penyelenggaraan SNT ini dibuat dengan dasar hukum Inpres secara khusus, tidak mengikuti aturan yang sekarang ini berlaku," kata Abdul Mu'ti pada acara Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (20/7/2027) ditulis Selasa (21/7/2026).

Regulasi saat ini menetapkan pengelolaan SMP di bawah pemerintah kabupaten/kota dan SMA oleh pemerintah provinsi. Tata kelola SNT berada langsung di bawah kementerian pusat.

"Sementara SNT ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga penyelenggaraan langsung pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah," kata Mu'ti.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD Dasmen PNFI), Gogot Suharwoto, memaparkan tiga lapisan utama dalam kurikulum SNT. Lapisan pertama merupakan Kurikulum Nasional sebagai fondasi, standar, arah, dan capaian pembelajaran mendalam (deep learning).

Lapisan kedua berupa Kurikulum Kekhasan Sekolah sebagai penguat karakter, visi, dan program unggulan peserta didik. Setiap SNT dirancang memiliki fasilitas khusus yang menjadi ikon sekolah, seperti bidang pertanian, perikanan, hingga coding dan AI.

"Ada SNT yang punya fasilitas pertanian, ada yang fasilitas perikanan, ada fasilitas coding dan AI, dan fasilitas-fasilitas tertentu yang memang menjadi ikon dari SNT," kata Gogot.

Lapisan ketiga adalah Kurikulum Berbasis Konteks Lokal sebagai pengaya yang memanfaatkan potensi daerah dan budaya masyarakat. Mu'ti menegaskan bahwa kurikulum ini bukan berarti pemerintah daerah menyusun kurikulum sendiri.

"Tapi kurikulum nasional yang disusun itu dalam muatannya mengandung nilai-nilai atau keunggulan-keunggulan yang ada di dalam satu daerah. Sehingga, kurikulumnya tetap kurikulum nasional yang di dalamnya ada muatan lokal," kata Mendikdasmen.

Penerapan Pendekatan STEAMS

Pendekatan STEAMS dalam pembelajaran SNT mencakup enam bidang utama. Science berfokus pada pemahaman fenomena, sebab-akibat, dan bukti. Technology mencakup pemanfaatan alat, sistem, serta data digital. Engineering berfokus pada merancang, menguji, dan memperbaiki solusi.

Arts melatih kreativitas, desain, ekspresi, dan komunikasi. Mathematics menekankan analisis pola, data, model, serta pengambilan keputusan. Sementara itu, Sports mengasah gerak, kesehatan, kerja tim, dan disiplin peserta didik.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed