Kemendikdasmen Latih 361 Ribu Guru Kuasai Pembelajaran Mendalam dan AI
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mempersiapkan Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial (PMKKA) Tahun 2026 di Jakarta pada Kamis (9/7) demi mempercepat transformasi pendidikan di ruang kelas.
Program PMKKA 2026 ditargetkan menjangkau lebih dari 113 ribu satuan pendidikan dengan potensi peserta mencapai lebih dari 361 ribu pendidik dan tenaga kependidikan. Langkah ini didukung oleh kesiapan ratusan fasilitator nasional dari tahun 2025 dan 2026 guna mengoptimalkan kelompok kerja guru seperti KKG dan MGMP.
Peluncuran program ini turut dihadiri oleh sekitar 100 guru secara luring dan lebih dari 500 guru melalui ruang digital. Peningkatan kompetensi ini dirancang agar guru mampu mempraktikkan fondasi konseptual secara langsung kepada murid, bukan sekadar menjadi pemahaman teori di atas kertas.
"Pembukaan pelatihan ini sekaligus menjadi momentum komitmen untuk memastikan transformasi pendidikan melalui PM dan KKA benar-benar hadir di ruang kelas melalui peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan," ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Nunuk Suryani.
Pemerintah mencatat program ini telah menjangkau sebagian besar target satuan pendidikan sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2025 lalu. Ribuan guru dan kepala sekolah tercatat telah menyelesaikan pelatihan awal untuk materi pembelajaran mendalam maupun koding.
"Memasuki 2026, PMKKA hadir dengan fokus baru, yakni memperkuat implementasi berbasis mata pelajaran. Kami juga mengoptimalkan peran kelompok kerja seperti KKG dan MGMP sebagai pusat inovasi pembelajaran," ungkap Nunuk Suryani.
Metode inti pelatihan menggunakan sistem Teacher Experimental Training yang memosisikan sekolah sebagai laboratorium tempat guru bereksperimen dan merefleksikan strategi mengajar. Akses diklat diperluas melalui jalur mandiri di situs resmi Ruang GTK serta sistem manajemen pembelajaran bauran.
"Pada 2028 kita menargetkan penerapan penuh (deep learning, koding, dan kecerdasan artifisial) di lebih dari 550.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia," tambah Nunuk Suryani.
Evaluasi terhadap dampak pelatihan berkala ini diproyeksikan akan terlihat secara bertahap mulai akhir tahun 2026 hingga pertengahan tahun berikutnya. Ditjen GTK menargetkan jangkauan setidaknya 80 persen dari total satuan pendidikan yang ada.
"Dampaknya kami proyeksikan akan terlihat secara berkelanjutan pada periode Desember 2026 hingga Juni 2027 di mana kita menargetkan jangkauan 80% satuan pendidikan dan guru diharapkan menguasai fondasi konseptual PMKKA (pembelajaran mendalam, koding, dan kecerdasan artifisial)," terang Nunuk Suryani.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa metode baru ini dirancang untuk menyederhanakan capaian pembelajaran materi agar tidak terlalu membebani murid. Pola ini mengadaptasi prinsip pendidikan yang telah sukses diterapkan di negara tetangga.
"Kita menggunakan prinsip when less is more, ketika sesuatu yang sedikit itu justru malah menjadi banyak. Ini yang kalau kita lihat dipakai di Singapura," tandas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow