Kemenag Evaluasi Pendidikan Pascaledakan Bom di MAN 3 Padang

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Agama melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sektor pendidikan setelah insiden ledakan bom terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang pada Jumat (17/7/2026). Peristiwa tersebut dilansir dari Detikcom dipicu oleh masalah psikologis pelaku akibat perundungan, bukan jaringan terorisme.

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii menegaskan komitmen institusinya dalam memberikan jaminan hak belajar bagi seluruh siswa madrasah agar dapat menempuh pendidikan dengan aman.

"Kemenag berkomitmen untuk terus memastikan hak para pelajar di lingkungan madrasah untuk belajar dengan tenang dan menyiapkan masa depan yang terukur dapat terjamin sepenuhnya tanpa hambatan," tutur Romo Muhammad Syafii, Wamenag.

Selain itu, Romo mengimbau masyarakat maupun pengamat agar tidak terburu-buru mengaitkan ledakan ini dengan isu radikalisme.

"Kita mengingatkan kepada semua pihak untuk melihat peristiwanya. Untuk memahami seutuhnya, tidak semuanya mengambil kesimpulan dengan dasar perasaan, informasi yang tidak jelas, dan lain sebagainya," tegas Wamenag Romo Muhammad Syafii.

Pihak Kementerian Agama saat ini berfokus pada penelusuran motif secara akurat dan menyatakan aksi nekat tersebut murni karena tekanan mental.

"Ada persoalan-persoalan psikologi yang dialami pelaku, sehingga kemudian dia nekat melakukan tindakan seperti itu," beber Wamenag Romo Muhammad Syafii.

Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penyelidikan Kepolisian Daerah Sumatra Barat yang mengonfirmasi bahwa motif pelaku berinisial R (17) didasari atas tindakan perundungan dari rekan-rekannya. Kabid Humas Polda Sumbar Susmelawati Rosya menjelaskan bahwa pelaku kerap diejek sehingga mengalami tekanan psikologis berat.

"Iya betul korban bullying karena tekanan psikologi, sering jadi objek ejekan teman-temannya ya, dia berbuat seperti itu," ucap Susmelawati Rosya, Kabid Humas Polda Sumbar.

Kepolisian juga memastikan bahwa remaja bersangkutan tidak terafiliasi dengan jaringan teror mana pun, dan kini kepolisian mengutamakan langkah rehabilitasi bagi pelaku.

"Kita fokus pemulihan anak karena si anak melakukan itu bukan jaringan seperti yang kita pikirkan ya. Dan kita melakukan pemulihan-pemulihan ke arah lain, takut terpapar lebih parah, pokoknya mengamankan dulu sambil diperiksa," sambung Susmelawati Rosya, Kabid Humas Polda Sumbar.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed