PT KAI Melayani 103 Ribu Penumpang Kereta Ekonomi Kerakyatan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melayani sebanyak 103.848 pelanggan melalui layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan sejak diperkenalkan pada masa Angkutan Lebaran hingga 26 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Kamis (30/7/2026).
Penggunaan sarana hasil peremajaan interior Balai Yasa Manggarai tersebut saat ini difokuskan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen pp. Sepanjang kurun 11 Juni hingga 26 Juli 2026, KA Cikuray tercatat telah mengangkut 79.450 penumpang.
Rincian operasional KA Cikuray mencakup 32.145 pelanggan untuk keberangkatan Garut menuju Pasarsenen, serta 47.305 pelanggan untuk arah sebaliknya dari Pasarsenen menuju Garut. Layanan ini menopang mobilitas masyarakat di wilayah Garut, Bandung, Purwakarta, Bekasi, hingga Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penerapan kereta kelas ekonomi baru pada KA Cikuray disesuaikan dengan masukan dari pengguna jasa.
"Pelanggan menginginkan perjalanan yang terjangkau sekaligus nyaman. Kereta Ekonomi Kerakyatan dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut, sehingga masyarakat memiliki akses perjalanan antarkota dengan fasilitas yang semakin baik dan tarif yang tetap terjangkau," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Sebelum dipasang pada rangkaian KA Cikuray, unit kereta tersebut telah dioperasikan sebagai KA Tambahan relasi Lempuyangan–Pasarsenen pp pada 11 Maret hingga 5 April 2026. Selama masa Angkutan Lebaran itu, volume penumpang mencapai 24.398 orang, yang terdiri atas 12.262 pelanggan arah Pasarsenen dan 12.136 pelanggan arah Lempuyangan.
Pihak manajemen menjadikan akumulasi angka volume penumpang tersebut sebagai tolok ukur dalam peningkatan mutu pelayanan sarana ke depan.
"Jumlah pelanggan tersebut menjadi masukan penting bagi KAI untuk mengevaluasi pengembangan layanan kelas ekonomi ke depan. Setiap peningkatan fasilitas diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui perjalanan yang aman, nyaman, andal, dan terjangkau," kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Evaluasi terus dijalankan KAI meliputi pola perjalanan, tingkat okupansi, dan tingkat kepuasan penumpang selama di perjalanan guna menentukan arah pengembangan sarana transportasi antarkota.
"Kami ingin kereta api tetap menjadi pilihan yang dekat dengan masyarakat. Tarif yang terjangkau perlu berjalan bersama dengan peningkatan kualitas pelayanan, agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati perjalanan antarkota dengan nyaman," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow