KAI Amankan 12.656 Barang Penumpang Selama Semester I-2026

Smallest Font
Largest Font

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berhasil mengamankan sebanyak 12.656 barang milik penumpang yang tertinggal di stasiun dan kereta api sepanjang Semester I-2026. Nilai total estimasi barang-barang tersebut mencapai Rp8.861.383.500 yang dikelola melalui sistem layanan Lost and Found perusahaan.

Penemuan belasan ribu barang berharga ini dilansir dari Detik Finance pada Jumat (10/7/2026). Manajemen KAI menegaskan bahwa penanganan barang tertinggal menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga standar pelayanan terhadap para pelanggan angkutan massal tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menjelaskan bahwa kepastian penanganan barang yang tertinggal sangat memengaruhi pengalaman konsumen. Pihaknya berupaya memberikan respons cepat, keamanan penyimpanan, serta kemudahan informasi sejak pelanggan menyadari kehilangan barang.

"Customer experience dibangun dari perjalanan yang aman, informasi yang mudah diakses dan kepastian saat pelanggan membutuhkan bantuan. Melalui layanan Lost and Found, setiap barang temuan dicatat, didokumentasikan, diamankan dan diverifikasi agar penanganannya berlangsung tertib serta dapat dipertanggungjawabkan," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Data internal perusahaan merinci temuan Januari hingga Juni 2026 tersebut terdiri dari 622 makanan, 9.165 barang kategori biasa, dan 2.869 barang berharga. Kategori biasa mencakup tas, pakaian, payung, pengisi daya, dan botol minum, sedangkan barang berharga meliputi laptop, ponsel, dompet, perhiasan, serta dokumen penting.

"Bagi pelanggan, barang tertinggal dapat memengaruhi kelanjutan perjalanan, aktivitas pekerjaan, hingga akses terhadap dokumen penting. Karena itu, petugas menjalankan setiap tahapan secara teliti mulai dari pencatatan, penyimpanan, pencocokan data, hingga verifikasi kepemilikan," tutur Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, yakni sejumlah 3.050 barang. Posisi selanjutnya diikuti oleh Daop 1 Jakarta dengan 2.611 barang, Daop 5 Purwokerto 1.952 barang, Daop 2 Bandung 1.479 barang, dan Daop 4 Semarang sebanyak 1.284 barang.

Sistem pengamanan barang temuan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengumuman lewat pengeras suara stasiun hingga pencatatan ke sistem digital. Pelanggan yang kehilangan barang dapat melapor kepada petugas di kereta, di stasiun, atau melalui saluran Contact Center KAI 121 dengan menyertakan kode booking dan ciri barang.

"Setelah data dinyatakan sesuai, serah terima dilakukan melalui pendataan dan dokumentasi resmi. Layanan Lost and Found KAI tidak dipungut biaya," jelas Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, KAI mengimbau para penumpang untuk selalu memeriksa kembali seluruh area tempat duduk dan bagasi sebelum turun dari kereta. Pemberian label nama atau nomor kontak pada barang bawaan juga sangat disarankan demi mempercepat proses identifikasi kepemilikan.

"Luangkan waktu sejenak untuk mengecek seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta api atau meninggalkan stasiun. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat ditemukan. KAI akan terus memperbaiki kualitas layanan agar setiap pelanggan memperoleh respons yang cepat, jelas, aman dan dapat dipercaya," tutup Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed